BPPA Fasilitasi Pertemuan Miftahul Jannah dengan Kedua Orang Tuanya

Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) fasilitasi pertemuan atlet para judo asal Aceh Miftahul Jannah, dengan kedua orang tuanya Jum’at (12/10). Kedua orang tua Miftahul Jannah, Ayahandanya Salimin dan Ibundanya Darwiyah beberapa hari yang lalu menyusul ke Jakarta dan menginap di Mes Aceh di jalan R.P. Soeroso nomor 14 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepala BPPA Almuniza Kamal sebelumnya juga sudah melobi pihak panitia Asian Para Games untuk bisa menemui Miftahul Jannah, Selasa (9/10) lalu. Akhirnya dengan didampingi saudara sepupunya Iswandi, Miftahul Jannah bisa bertemu dengan kedua orang tuanya di kantor BPPA Jakarta.

Kepala BPPA Almuniza Kamal melobi panitia Asian Para Games 2018 agar bisa menemui Miftahul Jannah, Selasa (9/10) lalu.

Atlet Blind Judo Kelas 52 Kg ini terlihat senang begitu bertemu kedua orang tuanya. Menurut Miftahul dirinya sudah lama ingin bertemu kedua orang tuanya bahkan ingin kembali ke Aceh, namun aturan yang ketat dari kontengen Indonesia belum dapat mengizinkan Miftahul kembali ke Aceh.

Meski urung bertanding saat ini Miftah masih berada di pemondokan atlet Asian Para Games 2018.

“Kondisi saya saat ini sangat baik,” jawabnya singkat saat ditanya keadaannya.

Menurutnya ke depan jika diperkenankan ia akan tetap menekuni judo kemungkinan sebagai pelatih. Namun jika tidak memungkinkan akan beralih ke cabang olahraga lain yang pernah ditekuninya yaitu catur dan atletik.

Di cabang catur anak ke-2 dari lima bersaudara ini pernah berprestasi sebagai Juara I Catur Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK DIKDAS) Provinsi Aceh tahun 2012 dan Juara I Split Blind Chess tahun 2015. Sedangkan di cabang atletik, Miftah pernah menjuarai lari 100 menjadi Juara I Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

Ayahnya Salimin yang merupakan Guru SDLB di Susoh Abdi menyatakan sangat bangga dengan apa yang diputuskan oleh putrinya itu dalam Asian Para Games 2018. Miftah didiskualifikasi karena menolak melepaskan jilbabnya. Saat itu Miftahul Jannah akan berlaga di Blind Judo Kelas 52 kilogram klasifikasi Low Vission melawan atlet Mongolia Gentulga Oyun.

Miftahul pun mendapat beragam pujian atas ketegaran prinsipnya bahwa berjilbab untuk menutup aurat merupakan perintah Allah.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ikut terharu dengan keputusan yang dibuat Miftahul Jannah dan menyebutnya sebagai sikap ksatria sejati yang lahir dari generasi syariah di Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial