Komisi 7 DPRA Kunjungi Anjungan Aceh TMII

Komisi 7 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang membidangi masalah agama, budaya dan pariwisata mengunjungi Anjungan Aceh Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) Jakarta, Sabtu (12/5) siang. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau aset seni budaya dan sejarah Aceh yang ada di Anjungan Aceh TMII.

Pelaksana Harian Kepala Anjungan Aceh TMII Cut Putri Alyanur, menerima anggota DPRA dalam suasana akrab dan santai di bawah rumah pameran Cut Nyak Dhien. Dalam kesempatan tersebut diinformasikan tentang program dan kegiatan promosi seni budaya yang sudah dilakukan Anjungan Aceh beserta prestasi dan penghargaan yang sudah pernah diraih.

“Bangunan rumah asli dan sangat bersejarah dari pahlawan wanita Cut Meutia. telah berusia lebih 190 tahun, sekarang terlihat kusam perlu perhatian dan perawatan lebih lanjut. Rumah ini merupakan rangkaian bangunan asli rumah yang dibawa langsung oleh ahli warisnya dari tanah kelahiran sang pahlawan di daerah Aceh Utara,” jelas Cut Putri.

Selain itu Cut Putri juga memaparkan perlunya pemugaran dan pengisian aset yang harus dilaksanakan untuk lebih mengenalkan seni budaya Aceh melalui Anjungan Aceh TMII.

“Kesemuanya itu memerlukan perhatian semua pihak dari lintas instansi, terlebih pada saat penyusunan dan pembahasan anggarannya,” lanjutnya.

Setelah mendengar langsung perkembangan Anjungan Aceh TMII dari Cut Putri, rombongan Komisi 7 DPRA  melihat sekeliling Anjungan Aceh, mendata fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia, yang memerlukan pemeliharaan dan penambahan. Kedua anggota DPRA berpesan kepada segenap pegawai Anjungan Aceh agar terus bersemangat dalam mengenalkan seni budaya dan potensi daerah Aceh.

“Terkait dengan penambahan dan pemeliharaan fasilitas, tinggal dimasukan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Badan Penghubung Pemerintah Aceh,” salah seorang anggota Komisi 7 DPRA Zulfikar Zb Lindan menanggapi.

Pada prinsipnya, menurut Zulfikar Komisi 7 DPRA akan mendukung promosi dan pengembangan seni budaya Aceh melalui Anjungan Aceh TMII.

“Tinggal bagaimana Badan Penghubung Pemerintah Aceh yang menaungi Anjungan Aceh menyusun RKA, menempatkannya termasuk dalam prioritas anggaran atau tidak,” pungkas Zufikar.

Saat melepas kepulangan rombongan Komisi 7 DPRA, Cut Putri menyampaikan harapannya, agar Pengelola Anjungan Aceh TMII dan tim promosinya bisa ikut diundang jikak ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Kebudayaan Aceh dan pengembangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial