18 January, 2019

Marzuki Daham dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Minyak Bumi dan Gas Aceh (BPMA) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Kantor Kementerian ESDM Jl. Medan Merdeka Selatan Senin (11/4) pagi. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Asisten 2 Sekda Azhari Hasan.

Dalam sambutannya (ESDM) Sudirman Said Sudirman mengatakan, bahwa pelantikan Kepala BPMA merupakan langkah awal terbentuknya organisasi BPMA yang diamanatkan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Pasal 93 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh.

“Paraturan tersebut mengamanatkan penyelesaian penataan organisasi BPMA dalam jangka waktu paling lama satu tahun, yaitu 4 Mei 2016,” kata Sudirman.

Sesuai peraturan tersebut, maka Kepala BPMA kedudukannya setingkat dengan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Kementerian ESDM.

Lebih lanjut Sudirman mengatakan, bahwa pemilihan Kepala BPMA telah melalui proses yang cukup panjang. Tahapannya dimulai dari seleksi yang dilakukan oleh Gubernur Aceh sampai seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi KementerianESDM.

Untuk menjaga stabilitas produksi dan operasi serta rencana kegiatan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Aceh, Sudirman mengharapkan agar Kepala BPMA berkoordinasi dengan SKK Migas terutama dalam hal mengatur masa peralihan kewenangan pengelolaan KKKS di Aceh.

Dengan dilantiknya Kepala BPMA, maka semua hak, kewajiban dan akibat yang timbul dari Perjanjian KKKS Bagi Hasil Migas antara SKK Migas dan KKKS yang berlokasi di Aceh dan Kontrak lainnya yang terkait dialihkan kepada BPMA.

“Dengan terbentuknya BPMA ini dan keikutsertaan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan migas, diharapkan dapat mengelola sumber daya alam yang memiliki potensi besar yang berada di Aceh dengan baik dan harus memberikan manfaat yang besar serta meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh,” terang Sudirman.

Selanjutnya Sudirman mengingatkan, sebagai unit organisasi baru, menjadi tantangan bagi Kepala BPMA untuk menyiapkan perangkat yang diperlukan agar organisasi dapat berjalan antara lain organisasi Badan Pengelola Migas Aceh, perencanaan anggaran, dan personalia disamping tugas-tugas lain yang memang juga perlu dilakukan dengan cepat.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi Aceh dibentuk Badan Pengelola Migas Aceh yang berstatus sebagai Badan Pemerintah.

Sudirman berharap agar Marzuki Daham dapat mengemban amanah ini dengan penuh integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat Aceh serta investor.
“Saya mengucapkan selamat bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh–sungguh, penuh integritas dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat Aceh serta investor dalam rangka mempercepat pembangunan di Aceh pada masa yang akan datang,” tutup Sudirman.

Tags: , ,

Related Article

No Related Article

0 Comments

Leave a Comment

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial