Pembinaan dan Sosialisasi Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung bagi Pegawai BPPA

“Di Jakarta peristiwa kebakaran setiap tahunnya hampir mencapai 1.500-an,” demikian disampaikan Saepuloh, Kasi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkamat) DKI Jakarta. Hal itu disampaikannya ketika memberikan pengantar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) kepada pegawai di lingkungan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Selasa (16/10).

Karena itu lanjut Saepuloh, setiap gedung yang berpenghuni di atas 500 orang wajib membentuk MKKG. Ketentuan ini sudah diatur dalam Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan Kebakaran di DKI Jakarta.

Kepala BPPA Almuniza Kamal, yang diwakili Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat T. Syafrizal menyambut baik kegiatan pembinaan dan sosialisasi MKKG.

“Mungkin baru kali ini kami mengadakan kerjasama kegiatan dengan instansi di lingkungan Pemda DKI Jakarta. Mudah-mudahan ke depannya kerjasama ini bisa semakin ditingkatkan,” kata Syafrizal.

Kegiatan diikuti 40 orang pegawai di lingkungan BPPA, termasuk dari Anjungan Aceh Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII). Pada sesi materi disampaikan pemahaman tentang kebakaran, penyebab dan penanggulangannya oleh Bambang Ismoyo JS, dilanjutkan dengan pengenalan alat-alat pemadam kebakaran oleh Saepuloh.

Usai makan siang kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktek. Para peserta mencoba mempraktekkan teknik pemadaman api dengan cara tradisional dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Menurut Saepuloh meski pemadaman menggunakan cara tradisional, yakni karung goni basah perlu diketahui tekniknya. Kalau teknik pemadamannya tidak benar, api tidak akan padam. Demikian juga pemadaman menggunakan APAR.

“Prinsip umum pemadaman kebakaran adalah menghilangkan salah satu dari tiga unsur penyebab terjadinya api, yaitu: panas, bahan bakar dan oksigen. Jika salah satu unsur tersebut sudah tidak ada, maka api akan padam,” jelasnya.

Mengakhiri kegiatan Saepuloh berpesan, kegiatan sudah memberikan pengetahuan dan ketrampilan baru sehingga diharapkan melahirkan sikap baru dalam pencegahan kebakaran.

“Jadi ketrampilan baru yang didapatkan hari ini diharapkan tidak perlu digunakan. Karena kalau harus digunakan, berarti gagal dalam pencegahan kebakaran,” pungkas Saepuloh.

Kegiatan diakhiri foto bersama seluruh peserta dengan tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial