Presiden Jokowi Menjamu Gubernur Aceh di Istana

Berbeda dengan pasangan gubernur-wakil gubernur provinsi lain yang dilantik di Istana Merdeka, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh hasil pilkada serentak 2017 dilantik di gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu (5/7) lalu. Hal ini mengacu ketentuan dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pada pasal 69 huruf c disebutkan, “Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Gubernur/Wakil Gubernur dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam rapat paripurna DPRA.”

Presiden Joko Widodo juga menyempatkan diri singgah di Banda Aceh untuk memberi ucapan selamat usai pelantikan. Saat itu berbarengan dengan perjalanannya dalam rangka kunjungan luar negeri ke Turki. Usai dilantik, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan wakilnya Nova Iriansyah diundang ke Istana Merdeka.

“Sebagaimana kita ketahui hasil pilkada serentak, gubernur terpilih dilantik di Istana Negara. Tapi Aceh tidak bisa ikut karena ada Undang-Undang Khusus yang mengharuskan Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh dilantik dalam sidang paripurna DPRA dan yang melantik Mendagri atas nama Presiden,” jelas Irwandi saat menghadiri undangan tersebut, Selasa (11/7) siang.

Menurut Irwandi dirinya diminta untuk mengenakan pakaian resmi pelantikan saat menghadiri undangan dari Istana.

“Kami disuruh pakai baju ini, ya mungkin semacam pengukuhan oleh Presiden,” kata Irwandi.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Wali nanggroe Malik Mahmud, Ketua DPRA Muharrudin, para Wakil Ketua DPRA Dalimi, Sulaiman Abda dan Teuku Irwan Djohan, Sekda Aceh Dermawan dan beberapa orang pimpinan SKPA.

 

Percepat pembangunan infrastruktur

Usai dijamu makan siang oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh mengikuti rapat terbatas membahas evaluasi proyek strategis dan program prioritas di Provinsi Aceh. Dalam rapat tersebut Presiden menyoroti pertumbuhan ekonomi yang rendah di Provinsi Aceh. Karena itu Presiden menyebut, Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk memajukan Aceh.

“Berdasarkan data yang saya miliki, pertumbuhan ekonomi di Aceh pada kuartal I 2017 tercatat 2,87 persen. Masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang pada kuartal I 2017 tumbuh 5,01 persen,” ujar Presiden Jokowi.

 “Oleh sebab itu, Gubernur dan Wagub serta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Aceh memiliki pekerjaan rumah yang besar,  kerja keras, dan mengelola serta memanfaatkan potensi keunggulan Aceh agar dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh,” lanjut Presiden Jokowi.

Dengan modal kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Aceh, Presiden yakin Pemerintah Aceh bisa mewujudkan pemerataan pembangunan sekaligus menekan pengangguran di provinsi itu yang mencapai 7,93 persen.

Presiden Jokowi menginginkan agar Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru saja dilantik, fokus mengembangkan sektor unggulan, misalnya industri pertanian hingga hilirisasi industri.

Presiden juga mengingatkan agar pembangunan yang dilaksanakan tetap menjunjung tinggi nilai budaya, kearifan lokal, serta mendorong partisipasi warga Aceh.

“Untuk menopang sektor unggulan, pemerintah pusat akan mempercepat proyek infrastruktur di Aceh mulai dari pembangunan beberapa bendungan, pembangkit tenaga listrik, sampai percepatan pembangunan infrastruktur untuk Kawasan ekonomi khusus di Lhoksumawe,” ujar Presiden Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial