18 January, 2019

Sebagai langkah awal dalam memimpin Aceh usai dilantik sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh, 5 Juli 2017 yang lalu, pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah mengadakan pertemuan dengan seluruh Satuan kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Sesuai dengan pembagian tugasnya, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengadakan pertemuan dengan seluruh pegawai Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jumat (15/9) pagi sampai sore, diselingi istirahat shalat Jumat.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur menyampaikan bahwa 15 program unggulan pasangan Irwandi-Nova selama masa kampanye pilkada dulu yang diberi nama “Aceh Hebat” sudah menjadi dokumen negara, masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh. Untuk itu maka dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur menekankan tiga hal kepada seluruh pegawai Badan Penghubung.

Pertama, terkait dengan proporsi tugas. Menurut Wakil Gubernur perlu dipertegas lagi tugas pelayanan Badan Penghubung Pemerintah Aceh, siapa saja pejabat Pemerintah Aceh yang harus diberi pelayanan ketika menjalankan tugas di Jakarta.

Kedua, keterkaitan 15 program unggulan Irwandi-Nova dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh. Dari kelimabelas program itu, apa saja yang ada melekat dalam Badan Penghubung Pemerintah Aceh.

Ketiga, terkait fisik kantor. Wakil Gubernur menekankan perlunya tiga hal dalam mengoperasionalkan kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, yakni bersih, adil dan melayani.

Mengacu pada ketiga hal tersebut, melihat kondisi kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh yang sekarang, Wakil Gubernur memandang perlunya Revitalisasi Badan Penghubung, agar bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan baik sekaligus menjadi bagian dari perwujudan 15 program unggulan Aceh Hebat.

Tags: ,

Related Article

No Related Article

0 Comments

Leave a Comment

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial