• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

BPPA Bantu Pemulangan Warga Aceh Utara Kurang Mampu

Zainuddin (tengah) didampingi staf BPPA, sebelum dipulangkan ke Aceh, di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa, 24 Januari 2023.

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh asal Simpang Kramat, Aceh Utara, Zainuddin (59) dari Jakarta, akibat kurang mampu.

Kepala BPPA Akkar Arafat S.STP, M.Si mengatakan, pemulangan warga Aceh Utara setelah yang bersangkutan mendatangi kantor BPPA untuk meminta bantuan pemulangan ke Aceh. Karena sudah tidak mampu lagi hidup di Ibukota.

"Beliau berhak mendapatkan bantuan karena kurang mampu. Dan ini juga setelah kita mendapatkan rekomendasi dari paguyuban Aceh Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Sukmajaya, Depok untuk diberi bantuannya," kata Akkar.

BPPA di Jakarta sebut Akkar, akan terus memberikan bantuan kepada warga Aceh kurang mampu yang ingin pulang dari Jakarta, namun tidak memiliki biaya, hal itu sesuai dengan program kerja BPPA terutama di sub bidang Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat.

"Kegiatan bantuan tersebut sesuai dengan program kerja BPPA yang telah berjalan selama ini. Dan ini amanah dari Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk memberikan pelayanan dan perhatian kepada warga Aceh kurang mampu di sini," sebutnya.

Akkar menyebutkan, warga Aceh Utara ini dipulangkan dengan menumpangi bus Putra Pelangi melalui Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa, 24 Januari 2023.

Sementara itu, Sekretaris TIM cabang Sukmajaya, Zulfan mengatakan, awalnya Zainuddin yang hampir setahun ke Ibukota hanya ingin mendapatkan pengalaman baru.

"Beliau selama di sini tinggalnya berpindah-pindah. Baru dalam tiga bulan ini pak Zainuddin tinggal di Mess Meunasah Aceh Sukmajaya, Depok," katanya.

Ia menyebutkan, selama tinggal di Sukmajaya, Zainuddin ikut membantu-bantu aktivitas di Meunasah Aceh, seperti membersihkan meunasah, mengajar ngaji, serta mengajarkan kaligrafi.

"Beliau juga bisa memberikan tausiah, dan pernah menjadi khatib di Meunasah Aceh di sini," sebutnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Badan Penghubung Pemerintah Aceh, karena memfasilitasi pemulangannya.