• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

BPPA Fasilitasi Pemulangan Tiga Warga Bireuen dari Jakarta

Tiga warga Bireuen serta dua orang anak berfoto bersama dengan pegawai BPPA, di Kantor BPPA, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Desember 2021.

PRESS RELEASE

 

 

JAKARTA - Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan tiga warga Bireuen kurang mampu dari Jakarta.

Ketiganya yang akan dipulangkan ke Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yakni Muhammad Ramadhan (24) bersama sepasang suami isteri Aipul Oza (29) dan Nursidah (26) serta dua orang anaknya Muhammad Akbarul (7) dan Rizky (5).

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si, mengatakan, mereka akan dipulang menggunakan bus Putra Pelangi, yang diberangkatkan melalui terminal bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Desember 2021.

“Diperkirakan akan tiba di Aceh sekitar lima hari ke depan. Semoga selamat sampai tujuan,” kata didampingi Almuniza Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Almuniza menyebutkan pemulangan masyarakat Aceh yang kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Itu yang selalu kita lakukan membantu warga Aceh di perantauan terutama yang kurang mampu, seperti yang mereka alami dipulangkan dari Jakarta," kata Almuniza.

Muhammad Ramadhan yang baru dua bulan berada di Citayam, Bogor, Jawa Barat mengatakan, selama ini ia bekerja di sebuah depot penjual obat yang dikelola oleh orang Aceh.

"Namun, baru sebulan saya bekerja tokonya ditutup pemiliknya. Dengan alasan lagi ada masalah," katanya yang merasa tertipu.

Padahal kata Ramadhan, saat itu baru kedatangan temannya dari Matang Glumpang Dua, Bireuen, untuk bekerja di toko tersebut. Tapi, baru tiga hari sampai di Citayam, tokonya sudah ditutup.

"Pemilik toko itu dulunya padahal meminta saya untuk mencari seorang pekerja. Malah disuruh bawa keluarganya ke sini," katanya.

Ia mengatakan, selama di Citayam tempat tinggal mereka disewa oleh pemilik toko tempat ia bekerja. Tapi, hanya sewa dua bulan.

"Jadi sekarang kita tidak ada tempat tinggal lagi, karena kontrakannya sudah habis masa sewanya," katanya.

Sementara itu, Aipul Oza yang datang bersama dengan isteri dan dua orang anaknya mengatakan, dia mendapatkan tawaran kerja dari Ramadhan. 

"Tapi baru tiga hari saya di sini, tokonya sudah ditutup. Sehingga kami di sini tidak tahu mau mengadu kemana," katanya yang sudah sebulan di Citayam.

Aipul Oza juga rela menghentikan sekolah anak pertamanya yang baru duduk di bangku kelas dua sekolah dasar (SD). Karena berharap akan mendapatkan pekerjaan baru di perantauan.

Dengan difasilitasi pemulangan ini ke Aceh, ia mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih Badan Penghubung Pemerintah Aceh, karena sudah membantu mereka.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terimakasih banyak Pemerintah Aceh sudah membantu kami," ujarnya.