• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

BPPA Gelar Bakti Sosial bersama TIM Pondok Gede

Tim BPPA dibawah arahan Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Ir Cut Putri Alyanur, mengikuti bakti sosial dengan TIM cabang Pondok Gede, di Meunasah Aceh Pondok Gede, Bekasi, Sabtu, 22 Januari 2022.

PRESS RILIS

 

 

Jakarta -- Untuk merajut kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Aceh, Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) bersama Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Pondok Gede, Bekasi menggelar Bakti Sosial.

Bakti sosial yang berupa donor darah, khitan massal dan santunan anak yatim itu digelar di Meunasah Aceh Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Pondok Gede, Bekasi, Sabtu, 22 Januari 2022.

Kepala BPPA Almuniza Kamal, S.STP, M.Si, mengatakan, bakti sosial ini sebagai bentuk silaturahmi dengan masyarakat Aceh yang sedang berusaha atau bekerja di perantauan, dan bekerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain, Kemanggisan Klinik Centre, Bank Aceh Syariah (BAS), Persaudaraan Aceh Serantau (PAS), dan RS. Kartika Husada Bekasi.

"Hal itu juga merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk selalu melakukan silaturahmi dengan masyarakat Aceh di dimana pun berada serta melakukan bakti sosial, seperti yang digelar di Pondok Gede ini," katanya.

Ia menambahkan, tim BPPA juga melakukan pendataan masyarakat Aceh di perantauan, dan akan dimasukkan ke database website Badan Penghubung Pemerintah Aceh.

"Sehingga dengan adanya data tersebut akan lebih mempermudah kita dalam melakukan kerjasama dengan masyarakat Aceh," katanya.

Acara bakti sosial tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bekasi. Terkumpulkan sebanyak 19 kantong darah dari 28 orang yang berpartisipasi.

"Sedangkan khitanan massal dilakukan pada sebanyak 13 orang, termasuk salah seorang mualaf," jelas Almuniza.

Sementara itu, Ketua TIM Cabang Pondok Gede, Fakhrurlazi menyampaikan terima kasih kepada Badan Penghubung Pemerintah Aceh atas kerjasamanya sehingga terselenggaranya acara ini.

"Saya berterimakasih kepada Kepala BPPA Almuniza Kamal dengan terselenggaranya acara ini. Karena kita harus berbuat yang selalu ada manfaatnya bagi orang lain," katanya.

Apalagi tambahnya, acara bersamaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar pada malam hari nanti, baru kali ini diadakan oleh TIM cabang Pondok Gede.

Hal ini diharapkan bisa dicontohkan oleh TIM cabang lainnya.

"Kedepan kita berharap agar acara seperti ini bisa berlangsung setiap tahun, dan dapat menjadi agenda rutin bagi TIM cabang Pondok Gede, sepeti bakti sosial hari ini," ujarnya.

*Mualaf Asal Sulawesi Utara*

Pada acara tersebut, dilakukan pula persyahadatan terhadap seorang warga asal Tahuna, Kepulauan Singihe, Sulawesi Utara, Fanky (38). Ia dengan sadar dan yakin memilih menganut agama Islam. Sebelumnya Fanky menganut agama Kristen.

Fanky yang namanya kini sudah menjadi Muhammad Ilham Hidayah, mengaku sangat bersyukur setelah disyahadatkan. Ia mengatakan niat untuk memeluk agama Islam sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Keinginan tersebut juga didasarkan karena selama ini dirinya dekat dan bergaul dengan orang Islam, terutama yang berasal dari Aceh.

"Karena saya selama ini bergaul dengan orang muslim dan juga orang Aceh. Saya lihat orangnya baik-baik dalam pergaulannya, sehingga saya tertarik untuk masuk Islam," kata pria yang sudah merantau ke Ibukota Jakarta sejak 2004 lalu.

Ia juga mengatakan, karena berkeinginan menjadi orang muslim, dia pun meningkatkan pengetahuannya seputar keislaman dengan melakukan berbagai kajian sekitar satu tahun yang lalu, hingga akhirnya mengetahui lebih dalam lagi tentang Islam.

"Saya sudah belajar huruf-huruf Hijaiyah, shalat, serta puasa juga beberapa tahun yang lalu," katanya.

Dia berharap, semoga dirinya istiqamah dan terus melakukan perubahan terhadap dirinya, apalagi kini dirinya sudah sah menjadi seorang muslim.

Ia sendiri selama ini yang bekerja di  tinggal bersama pekerja lainnya, di Mess Karyawan Harmoni Plaza.

"Saya berharap kedepannya supaya ada perubahan kedepannya, dan lebih baik lagi," ujar Muhammad yang saat ini bekerja di Ekspedisi Paket Lion, di Plaza Harmoni Jakarta.

Sementara, salah seorang rekan Muhammad, warga Aceh di Pondok Gede, Fikri, mengatakan, ia sudah mengetahui keinginannya Muhammad Ilham Hidayah untuk menjadi mualaf, dari seorang kawan yang juga warga Aceh sekitar seminggu yang lalu.

"Kawan meminta bantu kepada saya supaya membawa dia ketempat yang bisa disyahadatkan. Saya juga mendukung dengan niatnya, dan saya meminta agar yang bersangkutan untuk meminta izin juga kekeluarganya, kemudian diberikan oleh keluarganya," kayanya.

Ia menambahkan, sempat berkeinginan membawanya ke pesantren di Jati Asih. Tapi karena mengingat ada kegiatan bakti sosial khitanan massal di Meunasah Aceh Pondok Gede, sehingga dibawanya ke tempat itu.

"Hal itu biar dia bisa sekalian mengikuti sunatan massal. Alhamdulillah berjalan lancar," ujarnya.