• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Lomba Tari Ratoh Jaroe Memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Aceh Kembali Digelar

PRESS RILIS

 

Jakarta - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) kembali menggelar festival Tari Ratoh Jaroe, bagi para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Perguruan Tinggi tingkat Nasional, untuk memperebutkan Piala bergilir Gubernur Aceh di Jakarta 2021.

Kepala BPPA Almuniza Kamal, SSTP MSi, mengatakan, even tahunan yang memperebutkan hadiah total Rp43.500.000 ini, diadakan guna mengembangkan bakat dan kreatifitas generasi muda terhadap kesenian seni tari, juga meningkatkan apresiasi seni tari Ratoh Jaroe dikalangan masyarakat khususnya generasi muda di Indonesia.

"Serta meningkatkan rasa cinta akan budaya tradisional, adat istiadat di bidang seni tari untuk masyarakat generasi muda," kata Almuniza Kamal, Senin, 1 November 2021.

Ia menyebutkan, festival yang bertemakan "Gelora gerak semangat gemilang yang tiada henti, tetap lestari dalam kondisi pandemi Covid-19" ini digelar, setelah sempat tertunda tahun 2020 akibat wabah Covid-19 yang hampir berlangsung dua tahun di Indonesia.

"Namun, seiring dengan perkembangan situasi di DKI Jakarta yang mulai membaik dengan status PPKM Level 2, maka BPPA memandang perlu untuk menghidupkan kembali penyelenggaraan Festival Tari Ratoh Jaroe," kata Almuniza.

Tentunya, tambah Almuniza, ajang perlombaan ini diikuti dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Sehingga festival ini digelar secara online atau virtual bagi para pelajar SMP dan SMA/Perguruan Tinggi se-Jawa.

"Mudah-mudahan festival ini berlangsung sukses. Dan menghasilkan bakat-bakat baru dari para peserta festival Tari Ratoh Jaroe tersebut, untuk kemajuan dunia seni kita kedepan," ujarnya.

Ketentuan Perlombaan

Kasubbid Promosi dan Pameran Drs Teuku Syafrizal, MSi, mengatakan adapun mekanisme festival ini, untuk ketentuan umumnya, lomba dilaksanakan secara Online.

"Tari yang dilombakan adalah Tari Ratoh Jaroe (penari wanita) yang berjumlah personil dalam satu tim maksimal 20 orang (tidak termasuk pengiring syech dan official)," katanya.

Penari tambah Syafrizal, diiringi oleh satu atau dua alat musik Rapa’i sebagai musik pengiring eksternal (pengiring diluar penari dan tidak dibenarkan menggunakan alat musik selain Rapa’i).

"Tari yang dilombakan mengacu pada ruang rasa ke-Acehan (Syariat), tapi yang bercita rasa global. Karya juga tidak mengandung unsur provokasi kekerasan, politik, sara dan pornografi," sebutnya.

Adapun untuk kostum dan tata rias katanya, menggunakan kostum tari Aceh, menggunakan ikat kepala (diatas penutup kepala/jilbab), menggunakan slempang dada dan songket - Rias Cantik.

Syafrizal juga mengingatkan, para peserta wajib mengikuti technical meeting, secara online (Zoom meeting), pada 8 November 2021, yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

"Keputusan panitia dan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat," sebut Syafrizal.

Kemudian katanya, untuk ketentuan dan pelaksanaan, peserta membuat rekaman video perlombaan Tari Ratoh Jaroe dengan durasi 8-10 menit. Video tidak diperbolehkan diedit, pastikan video dan audio terdengar dengan jelas dan rekaman video perlombaan tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Peserta wajib menggunakan lengkap kostum atau busana dan make-up tari. Alat rekam yang digunakan untuk merekam bebas asalkan nyaman ketika dilihat," kata Syafrizal.

Untuk lokasi sebutnya, bisa menggunakan indoor ataupun outdoor, asalkan ada cahaya yang memadai untuk menunjukkan ekspresi tari. Seluruh penari dan pemusik harus masuk frame.

"Pengambilan video hanya diperbolehkan satu arah (depan). Video dikirim dalam frame landscape dengan rasio 16:9, format videonya MP4/MOV, maksimal 500 MB, dan resolusi video 1080 MP," katanya.

Ia menyebutkan, video yang dikirim harus merupakan video terbaru, karena, jika ditemukan video lama ataupun
plagiasi, maka peserta dinyatakan gugur. Didalam video wajib ada nama peserta (bar name/logo/watermark).

"Setiap peserta wajib melampirkan foto profile group, dan wajib mengirimkan video testimony sebelum penampilan," sebutnya.

Adapun ucapan dalam video testimoni yakni "Selamat dan sukses Festival Tari Ratoh Jaroe Piala Bergilir Gubernur Aceh Tahun 2021 dengan tema Gelora Gerak Semangat Gemilang yang Tiada Henti, Tetap Lestari Dalam Kondisi Pandemi Covid-19", dengan durasi maksimal 30 detik.

"Untuk pendaftaran dibuka mulai tanggal 1-6 November 2021 melalui Google Form. Sedangkan batas pengiriman video Festival Tari Ratoh Jaroe dan pengisian Google Form dari 10-20 November 2021, dengan batas waktu pengiriman video pukul 24.00 WIB," katanya.

Bagi peserta katanya, dapat mengupload video lomba ke Google Drive masing-masing. Kemudian link Google Drive tersebut dicantumkan ke Google Form yang akan diisi
oleh setiap peserta.

Untuk format nama Google Drive: Nama Sekolah_asal kabupaten/kota_lomba tari Ratoh Jaroe Piala Bergilir Gubernur Aceh Tahun 2021 (contoh: SMAN 1_Jakarta_Ratoh Jaroe Piala Bergilir Gubernur Aceh Tahun 2021).

"Setiap link Google Drive harap tidak dikunci atau meminta akses, agar mempermudah panitia dalam melakukan proses adminstrasi," sebutnya.

Ia menambahkan, jika semua berkas sudah di upload ke google form harap menghubungi panitia, melalui kontak person 0812 6242 2022, atas nama Imelda Suraiya, SP, atau Aditya Rizky (0812 9947 7683). Formulir pendaftaran dapat di klik melalui link ini: Google Form .

"Pengumuman pemenang akan
diumumkan pada hari Jumat, 26 November 2021 melalui IG (Instagram)
Anjungan Pemerintah Aceh, dan IG BPPA. Setelah dilakukan penilaian oleh tim dewan juri," ujarnya.

Adapun yang bertindak sebagai dewan pengamat atau juri sebanyak tiga orang. Nantinya akan menilai kriteria, yaitu kekompakan, kreatifitas, penampilan, dan tata rias/busana.