• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

BPPA Kunjungi Pasien Bocah Bocor Jantung Asal Aceh Selatan

Rayatul Nisa (9), bocah perempuan asal Gampong Keumumu Hilir, Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan, yang menderita bocor jantung, di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.

Jakarta - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) mengunjungi Rayatul Nisa (9), bocah perempuan asal Gampong Keumumu Hilir, Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan, yang menderita bocor jantung, di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.

Anak tunggal dari pasangan Tgk Jailani (47) dan Syarifah Rawinya (45), saat ini sudah dipulangkan ke rumah keponakan ibunya, Said Dedi, di RT.10/RW.05 No. 14, Kelurahan Cipinang Besar, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, setelah menjalani operasi pada Senin, 15 Juni 2020.

"Hari ini (Selasa-red) sudah boleh dibawa pulang. Karena kondisinya membaik. Sekarang hanya rawat jalan saja," kata ibunya, Syarifah Rawinya.

Rayatul Nisa yang menderita bocor jantung sejak 2018 lalu, sebelum dibawa ke Jakarta, sempat menjalani perawatan di RSUD Teuku Peukan, Aceh Barat Daya, dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, untuk menjalani operasi.

Sementara itu, BPPA saat mengunjungi pasien dan memberi bantuan sempat menawarkan untuk tinggal di Rumah Singgah di Cipinang. Tapi ia memilih tinggal ditempat saudara nya.

Almuniza juga menjelaskan, hingga saat ini penanganan masyarakat Aceh yang sakit di Jakarta akan diinapkan terlebih dahulu di Rumah Singgah milik Penerintah Aceh, yang berada di Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur sebelum diantar ke RS yang dirujuk.

"Semua ini dilakukan pemerintah semata-mata sebagai bentuk perhatian serius terhadap masyarakat," jelas Almuniza.

Terbukti, sejak satu tahun program Rumah Singgah yang diinisiasi oleh BPPA banyak pula masyarakat Aceh yang menggunakan fasilitas Rumah Singgah tersebut. []