• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

BPPA Pulangkan Warga Aceh Kurang Mampu dari Jakarta

Tiga warga Aceh kurang mampu berfoto bersama staf BPPA, sebelum berangkat ke Aceh, di Kantor BPPA di Jakarta, Senin, 22 November 2021.

PRESS RELEASE

 

 

JAKARTA - Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) kembali memfasilitasi pemulangan tiga warga kurang mampu asal Aceh dari Jakarta.

Dua di antaranya dipulangkan ke Krueng Geukueh, Aceh Utara yakni Zulkifli (59) yang menderita stroke didampingi adiknya Zulfikar (49). Sedangkan satu lagi Putra Aditya (43) dipulangkan ke Aceh Tamiang.

Kepala BPPA Almuniza Kamal mengatakan ketiganya akan dipulangkan ke Aceh menggunakan bus Putra Pelangi melalui terminal bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 22 November 2021.

“Diperkirakan akan tiba di Aceh sekitar lima hari ke depan. Semoga selamat sampai tujuan,” kata Almuniza didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Almuniza menyebutkan pemulangan masyarakat Aceh yang kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Itu yang selalu kita lakukan membantu warga Aceh di perantauan terutama yang kurang mampu, seperti dialami dua warga Aceh Utara itu yang dipulangkan dari Jakarta,” kata Almuniza.

Zulfikar, adik kandung Zulkifli mengatakan, abangnya yang sudah lama tinggal di Jakarta, sebelum menderita sakit-sakitan, bekerja sebagai sopir truk di PLN.

“Sejak kambuh stroke dua tahun yang lalu, abang saya tidak bisa lagi bekerja. Sehingga ia hanya tinggal di rumah kontrakan di daerah Cipinang, Jakarta Timur, bersama istrinya,” katanya.

Namun, tambah Zulfikar, semenjak istrinya Zulkifli meninggal sekitar setahun yang lalu, ia tinggal bersama adiknya di Kampung Jawa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Sudah sekitar delapan bulan abang saya tidak bisa berjalan, dan harus menggunakan kursi roda. Kalau sebelumnya sakitnya kadang-kadang sembuh,” katanya.

Tapi, tambahnya, dikarenakan ia sibuk berjualan di kawasan Pasar Minggu bersama istrinya, dan tidak sempat menjaga abangnya. Maka dipulangkan ke Aceh ke tempat kakaknya di Aceh Utara.

“Saya tidak sempat merawatnya. Karena saya jualan gorengan di sini. Maka saya pulangkan ke Aceh biar ada yang jaga,” sebutnya.

Dengan pemulangan ini, ketiganya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Aceh, khususnya BPPA, karena sudah memfasilitasi pemulangan mereka hingga ke Aceh.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Aceh atas bantuan pemulangan kami ke Aceh,” ujarnya.