• Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI
  • Wakil Gubernur Aceh Fadlullah Dengarkan Langsung Keluh Kesah Mahasiswa Aceh di Malang
  • Wakil Gubernur Aceh Fadlullah Dengarkan Langsung Keluh Kesah Mahasiswa Aceh di Malang
  • Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah
  • Wakil Gubernur Fadhlullah Pastikan Asrama Mahasiswa di Malang Segera Direnovasi

Bunda PAUD Aceh Usulkan Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Dorong Perhatian Lebih untuk Guru PAUD dan Pendidikan PAUD

Yogyakarta – Bunda PAUD Aceh, Ny. Marlina Muzakir, yang juga istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengusulkan adanya pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto guna mendorong perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan dan kapasitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin, 4 Mei 2026.

Hal tersebut disampaikan Ny. Marlina saat melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka memperkuat sinergi dan pembelajaran lintas daerah terkait pola asuh anak usia dini, khususnya dalam pengelolaan daycare dan lembaga PAUD.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Marlina bersama rombongan pengurus PAUD Aceh diterima oleh istri Wakil Gubernur DIY sekaligus Wakil Ketua Pokja PAUD DIY, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu Paku Alam X, beserta jajaran pengurus dan perwakilan pemerintah daerah.

Ny. Marlina menegaskan bahwa penguatan sektor PAUD tidak dapat dilepaskan dari peran sentral para guru dan pengasuh yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Kami melihat masih banyak guru PAUD yang membutuhkan perhatian, baik dari sisi kesejahteraan maupun peningkatan kapasitas. Karena itu, kami mengusulkan agar ada ruang komunikasi langsung dengan Presiden, agar isu ini bisa menjadi perhatian nasional,” ujar Ny. Marlina.

Ia juga menyoroti bahwa pengasuhan anak usia dini tidak cukup hanya berfokus pada aspek pembelajaran, tetapi harus mencakup pendekatan yang holistik, termasuk aspek emosional, perlindungan, dan lingkungan yang aman bagi anak.

Lebih lanjut, Ny. Marlina menyinggung kasus daycare yang terjadi di Aceh dan Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir sebagai refleksi bersama. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah besar yang harus menjadi momentum pembenahan sistem pengasuhan anak.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Pengawasan harus diperkuat, pendampingan harus berkelanjutan, dan kualitas tenaga pengasuh harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu Paku Alam X menyampaikan bahwa Pokja PAUD DIY memiliki program unggulan berbasis nilai-nilai ke-Yogyakartaan yang terus disosialisasikan ke seluruh lembaga PAUD sebagai upaya membentuk karakter anak sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan aspek administratif, seperti perizinan, dengan kualitas pengasuhan di lapangan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Aceh dan DIY dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD dan daycare, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada guru dan pengasuh sebagai fondasi utama pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi melalui peningkatan kapasitas pengurus Pokja PAUD, tenaga pendidik, serta pengasuh, termasuk melalui pelatihan, pertukaran praktik baik, dan penguatan sistem pengawasan.

Terkait pertemuan dengan Presiden, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu Paku Alam X setuju dengan usulan Bunda Paud Aceh. Dia juga berharap hal serupa agar ada perbaikan guru dan pendidikan PAUD yang lebih baik di Indonesia.