• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Dan Tamiah Pun Menangis Dalam Dekapan Dyah Erti

Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menyerahkan bingkisan kepada penerima rumah layak huni bantuan Pemerintah Aceh tahun Anggaran 2022 di desa batu bulan I kabupaten Aceh Tenggara, 15 Mei 2022.

KUTACANE - Tamiah (53) wanita paruh baya, seketika tak mampu membendung air matanya, saat Istri dari orang nomor satu di Aceh, Dyah Erti Idawati, menyambangi pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) miliknya, di Desa Batumbulan Satu, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu, 15 Mei 2022.

Dalam dekapan Dyah, Erti, ibu dari 4 anak ini menangis meluapkan rasa haru serta mengucapkan terima kasih atas bantuan yang ia terima dari Pemerintah Aceh, di bawah kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah.

Dengan deraian air mata yang tampak membasahi pipinya yang mulai mengeriput, Tamiah dengan tulus menyodorkan sebuah oleh-oleh atau buah tangan hasil karyanya, berupa sebuah tikar daun pandan, kepada Ketua TP PKK Aceh itu.

Ia mengaku, sangat terbantu dengan bantuan yang ia peroleh dari pemerintah, apalagi selama ini, janda 4 anak itu hidup menumpang di rumah saudaranya selama 24 tahun belakang. Lantaran di tinggalkan suaminya yang pergi menikah lagi dan meninggalkannya bersama 4 putra putrinya.

"Saya tidak bisa membayangkan bisa punya rumah sebagus ini, tapi akhirnya saya punya rumah melalui bantuan pemerintah," ucapnya terbata-bata.

"Terima kasih Pemerintah Aceh, semoga semua kebaikan yang saya terima akan membawa keberkahan bagi kita semua," katanya.

Pada kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, berpesan kepada penerima manfaat RLH bantuan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2022, agar mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Sehingga mereka bisa lebih sejahtera.

Namun demikian, kata Dyah, untuk menuntaskan kemiskinan bukan hanya memiliki rumah layak huni saja, tapi perekonomian rumah tangga yang stabil juga menjadi sebuah keharusan. Agar segala kebutuhan hidup dapat terpenuhi.

"Kembangkan terus kemampuan diri, apakah itu memasak atau membuat peyek atau makanan yang bernilai ekonomis. Untuk menunjang itu, warga bisa berkerjasama dengam Baitul Mal Aceh," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Perumahan Dinas Perkim Aceh, Agus Salim, menjelaskan sebanyak 7.8 ribu unit RLH dibangun oleh Pemerintah Aceh melalu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh yang saat ini masih dalam tahapan pembangunan, dengan kriteria penerima yaitu mereka yang dinilai fakir, miskin, anak yatim, difable, lansia miskin, dan orang tanpa penghasilan.

Ia menyebutkan, setidaknya ada 7,8 ribu unit rumah layak huni yang dibangun Pemerintah Aceh di tahun ini. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Aceh Tenggara memperoleh 465 unit yang di bagi dalam 18 kecamatan.

Ia menerangkan, ada 3 tipe RLH yang di bangun pemrintah yakni tipe A dengan ukuran 5 x7.5 atau tipe 36 plus, tipe B 5 x 7.5 terisolir yang dikhususkan bagi daerah kepulauaan, tipe c sama dengan A hanya saja di kondisikan dengan luas tanah penerima manfaat miliki.

"Kondisi pembangunan rumah berbeda dengan tahun kemarin. Mudah-mudahan tahun ini rumah lebih bagus dan bisa di tempati lama oleh merekan penerima manfaat," pungkasnya.