• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

Demi Kemajuan Pangan Aceh, Pj Gubernur Aceh Minta Dukungan Kepala Badan Pangan Nasional 

Pj. Gubenur Aceh, Achmad Marzuki didampingi Ketua DPRA, Saiful Bahri serta Anggota DPR RI Komis IV Salim Fahri SE, MM melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di kantor Badan Pangan Nasional, Rabu, 27 Juli 2022.

PRESS RILIS

 

Jakarta - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengharapkan dukungan Badan Pangan Nasional demi kemajuan pangan di Provinsi ujung barat Pulau Sumatera itu. 

"Tujuannya ke Badan Pangan Nasional guna memperkuat hubungan antara Pemerintah Pusat dengan daerah di bidang pangan. Besar harapan kami agar Aceh lebih maju. Saya berharap bantuan bapak, antensi bapak kepada Aceh," kata Pj Gubernur Aceh dalam pertemuan dengan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, di Kantor Badan Pangan Nasional di Jakarta Selatan, Rabu, 27 Juli 2022.

Dalam pertemuan itu, Pj Gubernur Aceh yang didampingi Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST., M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Ir. Cut Huzaimah, MP, Ketua DPR Aceh Saiful Bahri dan Anggota Komisi IV DPR RI, Salim Fahri SE MM.

Menurut Achmad Marzuki, Aceh merupakan daerah lumbung pangan. Oleh karena itu, Achmad Marzuki sangat berharap agar semua pihak terutama Badan Pangan Nasional dapat melakukan kolaborasi dengan Aceh.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meminta Pemerintah Aceh untuk kestabilan pangan di Aceh supaya membuat market sendiri di Provinsi ujung barat Pulau Sumatera itu.

"Saya melihatnya Aceh potensi pangan yang luar biasa. Saya beberapa kali ke Aceh, ke Universitas Syiah Kuala diskusi soal pangan. Bagaimana Aceh itu kedepan untuk masyarakat Aceh itu sendiri luar biasa," kata.

Arief menyebutkan, menyangkut dengan padi di Aceh sebenarnya merupakan daerah swasembada. Namun, berkaitan dengan pangan nasional itu, yang pertama perlu dilakukan menstabilisasi serta ketersediaan pangannya.

"Jadi sebisa mungkin, apa yang diproduksi di Aceh itu bisa punya market di Aceh tersendiri," sebutnya.

Menurutnya, kalau ada badan usaha milik daerah (BUMD) di Aceh yang bisa mengelola terkait dengan pangan, kemudian mempunyai market sendiri di Aceh, itu sangat bagus. Sehingga perekonomian bergerak di Aceh, dan tidak diluar Aceh.

"Programnya gampang sekali. Tinggal buat peraturan gubernur mengenai beras ASN. Misalnya minggu ini saya minta persiapan badan Pengan nasional menyiapkan beras, minyak, gula untuk karyawan ASN dilingkungan pemerintah Aceh, jadi disiapkan untuk saudara-saudara kita di Aceh jangan keluar," jelasnya.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST., M.Si juga mengharapkan dukungan dari Badan Pangan Nasional, seperti persoalan bahan pokok di Aceh yang masih bergantung pada daerah luar.

"Daya beli masyarakat terhadap telur, karena memang kebutuhan masyarakat Aceh yang 1,2 juta itu baru bisa kita penuhi 62 ribu pak. Jadi selebihnya masih dari Medan, dan akhirnya yang terjadi masyarakat jauh dari sumber produksi telur," katanya.

Begitu juga dengan pertenakan seperti kambing, sapi, kerbau, di Aceh masih ekstensif, karena selama ini belum intensif. 

"Nah ini karena peternakan masih dilepas liar begitu saja. Ini merupakan beberapa permasalahan kita," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP mengatakan untuk pangan di Aceh khususnya padi masih surplus, bahkan menempati peringkat kelapan nasional.

"Namun masalah utama Aceh belum mampu menghasilkan beras premium, melainkan medium. Akhirnya untuk mendapatkan premium dialihkan ke Medan," ujarnya.

Untuk itu ia meminta dukungan dari Badan Pangan Nasional, agar di Aceh bisa menghasilkan beras-beras dengan kualitas premium.

Sementara, Ketua DPR Aceh Saiful Bahri dan Anggota Komisi IV DPR RI Salim Fachri mengatakan akan terus mendampingi Pj Gubernur Aceh untuk mengejar ketertinggalan Aceh dalam segala aspek, terutama di bidang pangan.