• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

DWP Aceh Akan Ambil Langkah-langkah Turunkan Angka Stunting di Aceh

Ketua DWP Aceh Mellani Subarni melakukan foto bersama disela-sela Seminar Nasional Dharma Wanita Persatuan tahun 2022, di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Hotel, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2022. (Foto: Humas BPPA)

JAKARTA - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh akan mengambil langkah untuk menurunkan angka kasus stunting di Aceh, yang merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk.

"Semoga apa yang kita dapat tentang stunting dalam seminar yang diselenggarakan DWP Pusat ini, bisa kita implementasikan di daerah kita, khususnya di Aceh supaya mengurangi kasus stanting di Aceh," kata Ketua DWP Aceh Mellani Subarni, disela-sela Seminar Nasional Dharma Wanita Persatuan tahun 2022, di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Hotel, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2022.

Seminar Nasional yang bertemakan "DWP Bergerak Bersama Untuk Mewujudkan Keluarga Bahagia dan Sejahtera" itu, diselenggarakan dalam rangka HUT Ke-23 Dharma Wanita Persatuan tahun 2022, berlangsung sejak 1 hingga 3 Desember.

Dalam hal ini, kata Mellani, DWP Aceh akan melakukan langkah-langkah pengentasan kasus stunting di Aceh dengan sejumlah program, diantaranya mengadakan bakti sosial ke lokasi yang dampak stunting.

"Nanti juga Minggu depan tanggal 6 Desember ini kita akan mengadakan bakti sosial ibu-ibu dharma wanita memberi bantuan kepada ibu hamil dan anak-anak stunting," katanya.

Ia menyebutkan, program tersebut dilakukan bukan hanya dari Pemerintah Aceh, tapi merupakan program dari Pemerintah Pusat yang dinilai bisa menurunkan angka stunting pada anak.

"Mari kita bersama-sama menegakkan program stunting di setiap instansi, kita kerja bersama, pasti bisa," ujarnya.

Berdasarkan laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, sebanyak 33,2 persen anak usia di bawah lima tahun (balita) di Provinsi Aceh mengalami stunting.

Adapun kasus stunting tertinggi terjadi di Kabupaten Gayo Lues sebesar 42,9 persen. Sementara, angka stunting di Kota Banda Aceh menjadi yang terendah, yakni 23,4 persen.

Sementara itu, Pemerintah Aceh gencar melakukan berbagai program percepatan penurunan angka stunting di tengah masyarakat. Salah satunya, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap untuk balita melalui Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA).