• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Gubernur Aceh Usul Dua Proyek Baru Pada IMT-GT 

Gubernur Aceh saat mengikuti Zoom Meeting Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Council, di ruang rapat Kantor BPPA di Jakarta Pusat, Selasa, 9 November 2021.(Foto: Humas BPPA)

PRESS RILIS

 

 

Jakarta - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT mengusulkan dua proyek baru pada Zoom Meeting Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Council, Selasa, 9 November 2021. 

"Pemerintah Aceh sangat berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2017-2022, kami memiliki program lingkungan unggulan, yang disebut Program Aceh Hijau," kata Nova. 

Ia menyebutkan, program ini menekankan agar semua proyek pembangunan harus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan terhadap risiko bencana alam dan perubahan iklim. 

"Demikian pula pengelolaan alam harus menggunakan cara-cara modern dengan menerapkan pendekatan keberlanjutan agar alam tetap terjaga, ekosistem tetap terjaga dan kualitas hidup lebih meningkat," sebutnya. 

Gubernur mengatakan, saat ini, di Banda Aceh, Ibukota provinsi Aceh, ada beberapa proyek di bawah IMT GT Green Cities. Di bawah portofolio keanekaragaman hayati, proyek tersebut adalah hutan kota, bangunan hijau dan ruang terbuka hijau. 

"Untuk portofolio energi ada waste to energy (proyek metana. Selain itu, Bus Rapid Transport merupakan salah satu proyek yang sedang digarap," katanya. 

Olehnya, Gubernur Aceh dalam forum tersebut mengusulkan dua proyek baru berbasis transportasi hijau, yakni dengan berbagi sepeda. Menurutnya, program itu akan mengurangi penggunaan sepeda motor dan mobil dengan tujuan mengurangi emisi serta mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Kedua, ProKlim di wilayah pesisir. Proklim merupakan program berbasis desa pesisir dimana masyarakat melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan," kata Nova. 

Ia berharap, Proklim dapat memperkuat kemitraan multi-stakeholder dalam menghadapi perubahan iklim dan memfasilitasi penyebaran, dan pertukaran informasi tentang praktik terbaik, untuk mata pencaharian berkelanjutan, seperti perikanan dan pariwisata yang bertanggung jawab. 

"Kami berharap ADB dan Sekretariat ASEAN dapat bekerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk melaksanakan proyek-proyek tersebut," ujar Gubernur.