• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

Hari Ini, Empat Nelayan dari Thailand asal Aceh Timur Dipulangkan ke Aceh

Kepala BPPA Akkar Arafat didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur foto bersama empat nelayan Aceh Timur, di Kantor BPPA, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2022.

PRESS RILIS 

 

Jakarta - Setelah tiba di Jakarta pekan lalu, empat nelayan Aceh asal Aceh Timur hari ini, Rabu, 3 Agustus 2022, dipulangkan ke Aceh. Mereka ditangkap oleh otoritas kelautan Thailand bersama 15 nelayan lainnya di perairan Thailand pada 28 Januari 2022 lalu.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta menyambut kedatangan empat nelayan asal Aceh Timur itu, diantarnya Dofandi (42), Azhari (22), Dahlul (24) warga Seuneubok Baroh, kecamatan Darul Aman, dan Sariwaldi (33) asal Tanjung Mulia, Kecamatan Nurussalam, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu, 27 Juli 2022 pagi.

"Siang ini, mereka dipulangkan dari Jakarta, dengan menggunakan pesawat Lion Air melalui Bandaran Soekarno-Hatta, berangkat sekitar pukul 09.10 WIB. Setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar mereka akan dijemput oleh pihak Dinas Sosial Aceh, yang kemudian akan diantar ke kampung halamannya," kata Kepala BPPA Akkar Arafat S.STP, M.Si, Rabu, 3 Agustus 2022.

Ia menyebutkan, sebelum Dipulangkan ke Aceh, mereka terlebih dahulu dikarantina di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, selama 5 hari sesuai peraturan. Usai menjalani karantina, para nelayan itu divaksinasi terlebih dahulu.

"Mereka juga harus melakukan tes PCR. Karena peraturannya sekarang bagi yang belum mendapatkan booster harus di PCR atau antigen," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya membantu mendampingi para nelayan tersebut merupakan amanah dari Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, supaya terus mengurus mereka.

Diketahui, keempat nelayan itu bersama 14 nelayan Aceh lainnya, merupakan
awak Kapal Motor (KM) Sinar Makmur 05 dengan 14 Anak Buah Kapal (ABK) dan KM Bahagia 02 dengan lima ABK. Dan mereka sebelum ditangkap berangkat dari Kabupaten Aceh Timur.

"Mereka ditangkap aparat keamanan Thailand, di wilayah perairan Thailand, pada 28 Januari 2022, karena sudah melewati batas wilayah negara tersebut ," sebutnya.

Namun tambahnya, sebelumnya pada 26 Mei 2022 lalu, dua nelayan Aceh dibawah umur yang merupakan dari bagian 19 nelayan Aceh yang ditangkap di perairan Thailand, lebih dulu dipulangkan. KarenaMujiburrahman (17) dan Muhammad Nazar (13), yang masih usia anak juga berperilaku baik selama ditahan.

Dalam hal ini, ia mewakili Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh, berterima kasih kepada KRI Songkhla, Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat perlindungan WNI dan BHI, serta unsur lainnya. Karena telah membantu mengurus pemulangan para nelayan itu.

"Kita juga berterima kasih kepada Dinas Sosial Aceh, karena sudah bekerjasama dalam pemulangan empat nelayan Aceh Timur ini, dengan pembiayaan berupa tiket pesawat, serta dijemput di Bandara Sultan Iskandar Muda, hingga pengawalan pemulangan sampai ke daerah asal di Aceh Timur," ujar Akkar.

Sementara itu, Salah satu nelayan Sariwaldi mengaku bersyukur sudah bisa dipulangkan ke tanah Air. Karena sudah hampir enam bulan belum bertemu dengan keluarganya di kampung.

"Alhamdulillah, kami sudah tiba di Indonesia dan bisa bertemu keluarga. Waktu di Thailand ada juga komunikasi dengan keluarga, karena selama ditahan juga diberi keringanan untuk menghubungi keluarga," katanya.

Ia mengaku selama ditahan juga diperlakukan dengan baik oleh para otoritas pemerintah Thailand. Meski demikian, saat tiba di Aceh nanti tidak akan melaut lagi.

"Mungkin nanti saya akan kerja di darat saja. Pergi melaut kemarin juga baru dua kali, dan ketangkap," sebutnya.

Dengan Dipulangkannya dari Thailand, mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, KRI Songkhla, Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat perlindungan WNI dan BHI, serta unsur lainnya yang sudah membantu.

"Kita juga menyampaikan terima kasih kepada Pj Gubernur Aceh, karena atas perhatian Pemerintah Aceh terhadap kami yang dipulangkan dari Thailand," ujarnya.