• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

Istilah Kasus Covid-19 Disesuaikan, Angka Positif Baru di Aceh 175 Orang

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Banda Aceh - Untuk mempermudah masyarakat dalam memahami istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG), terkait dengan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), saat ini mulai diganti dengan definisi yang sesuai ketetapan Kementerian Kesehatan RI.

“Kita harus sesuaikan definisi operasional kasus Covid-19 dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan untuk persamaan persepsi dalam mengkomunikasikan kasus Covid-19,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengawali laporan harian perkembangan terakhir pandemi Covid-19 di Aceh, Sabtu 19 September 2020.

SAG menyebutkan, sesuai dengan pedoman Pencegahan dan Pengendalian edisi terbaru yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI pada 13 Juli 2020 lalu, maka untuk istilah ODP menjadi kontak erat, PDP menjadi kasus suspek, dan OTG menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik). Kemudian kasus probable, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian.

Hal itu tambahnya, untuk memudahkan masyarakat memahami istilah-istilah baru tersebut, pihaknya akan mendampingkannya dengan istilah lama. Ini proses transisi dalam beberapa hari ke depan. Bila masyarakat sudah akrab dengan kasus suspek, probable, maupun kasus konfirmasi, maka istilah ODP, PDP, dan ODP, tidak dipergunakan lagi.

Kumulatif Covid-19

Selanjutnya SAG menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima ada penambahan 175 kasus positif Covid-19 (konfirmasi), sehingga secara akumulasi jumlah korban virus corona di Aceh sudah mencapai 3.526 orang. Rinciannya, 1.988 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri, 1.408 orang dinyatakan sembuh, 130 orang meninggal dunia.

Penambahan kasus baru positif Covid-19 (terkonfirmasi) sebanyak 175 orang tersebut meliputi warga Kota Banda Aceh 88 orang, Aceh Besar 35 orang, Pidie 9 orang, dan Gayo Lues 7 orang. Warga Aceh Jaya dan Kota Subulussalam masing-masing 4 orang.

Kemudian warga Aceh Selatan, Aceh Timur, Simeulue, Pidie Jaya, Lhokseumawe dan Langsa, sama-sama 2 orang. Selanjutnya warga Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang, masing-masing 1 orang. Sisanya 11 orang merupakan warga dari luar daerah.

“Ada 33 orang pasien Covid-19 (terkonfirmasi) yang dinyatakan sudah sembuh hari ini, dan semuanya warga Kota Banda Aceh,” lapor SAG.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 382 orang. Dari jumlah tersebut, 56 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 309 sudah sembuh (selesai isolasi), dan 17 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 2.717 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.527 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 186 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 (isolasi di rumah), dan 4 orang isolasi di rumah sakit.