• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Ketua MPU Aceh: Hanya Manusia yang Diberikan Fasilitas Dituntut Beribadah kepada-Nya

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali saat mengisi khutbah di Mess Aceh Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Mei 2022.

PRESS RILIS

 

Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali kembali mengisi khutbah di Mess Aceh Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Mei 2022.

Dalam khutbah kali ini, khatib mengajak para jemaah shalat Jumat agar senantiasa menjalankan segala tuntutan oleh Allah SWT yang berikan fasilitas sempurna kepadanya.

"Hanya manusia-manusia yang Allah berikan fasilitas, yang Allah tuntut untuk beribadah.
Kalau ada manusia diberikan oleh Allah tuli dan buta, maka terbebas dari tuntutan Allah untuk beribadah, Karena mereka tidak diberikan fasilitas ilmu bagaimana tata cara untuk beribadah," kata Lem Faisal sapaan akrabnya.

Tapi kata khatib, Allah memberikan semuanya kepada manusia yang sempurna dengan fasilitas yang lengkap, diantarnya mata mampu melihat serta membaca, akal Allah berikan mampu menganalisa dan berpikir, kaki yang Allah berikan mampu digerakkan.

"Kemudian hidung, telinga, semua yang Allah berikan kepada kita dengan percuma oleh Allah. Maka Allah menuntut untuk beribadah kepada-Nya," sebutnya.

Ia menyebutkan, ibadah yang dituntut oleh Allah jauh sekali dibandingkan dengan fasilitas yang diberikan kepada manusia. Dalam sehari-semalam selama 24 jam, hanya dituntut oleh Allah cuma 30 menit, yakni shalat lima waktu.

"Selebihnya silahkan kau gunakan. Tuntutan itu sebagai nikmat syukur yang Allah berikan, yakni shalat lima waktu," katanya.

Begitu juga tambahnya dalam konteks harta. Jika Allah tidak memberikannya, tidak akan menuntutnya. Allah tidak menuntut kepada seseorang kalau tidak diberikan anugerah kepadanya.

"Allah tidak mengirim orang miskin kepada orang yang lebih miskin. Pasti Allah mengirim orang miskin yang diberikan kemudahan maupun kelebihan," jelasnya.

Ini merupakan bentuk tuntutan Allah, agar manusia tahu segala sesuatu yang berikan-Nya harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Tidak besar yang Allah tuntut sangat kecil dibandingkan dengan yang diberikan.

"Mudah-mudahan kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa, yang bermanfaat kepada makhluk Allah yang lain. Sehingga seluruh makhluk Allah merasa nyaman, merasa senang, dan merasa sejahtera dengan keberadaan kita di dunia ini, dan ini sebagian ibadah kita kepada Allah SWT," ujarnya.