• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

Pemerintah Aceh Fasilitas Pemulangan Pemuda asal Aceh Jaya

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) membantu memfasilitasi pemulangan seorang pemuda Aceh asal Keude Panga, Aceh Jaya, Malikul Fajri (24) dari Jakarta, setelah menjadi korban perampokan di Yogyakarta saat hendak pulang ke Aceh.

Ia pun dipulangkan dengan menumpangi bus Putra Pelangi, melalui Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat, 23 September 2022.

Kepala BPPA Kepala BPPA Akkar Arafat S.STP, M.Si mengatakan, mendapatkan informasi Malikul Fajri mengalami musibah perampokan dari organisasi mahasiswa Aceh di Yogyakarta yaitu, Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta. Bahwa yang bersangkutan melaporkan hal yang dialaminya kepada mahasiswa Aceh di sana untuk membantunya.

"Kami berterima kasih kepada para mahasiswa Aceh di Yogyakarta, khususnya TPA karena telah membantu Malikul Fajri, serta telah membiayai perjalanannya dengan menumpangi bus dari Yogyakarta menuju Jakarta," kata Akkar.

BPPA selaku perwakilan pemerintah Aceh di Jakarta katanya, membantu pemulangannya hingga ke Aceh. "Insya Allah kita akan bantu pemulangannya. Dan ini merupakan amanah dari Pj Gubernur Aceh kepada kita supaya mengurus rakyat Aceh yang kurang mampu di sini," kata Akkar.

Sementara itu, Malikul Fajri mengaku yang sudah berada di Yogyakarta sekitar setahun yang lalu hanya ingin mencari pekerjaan, untuk membantu kebutuhan keluarganya di kampung.

"Saya di sana kerjanya di tempat penjualan velg mobil di daerah Sleman, serta menerima jasa terapis untuk biaya tambahan kebutuhan," katanya.

Namun tambahnya, dengan penghasilan yang pas-pasan akhirnya memutuskan untuk pulang ke Aceh. Karena upah yang diterima selama ini belum cukup untuk dikirim ke kampung.

"Selain mengirim uang kepada orang tua, saya juga membantu membiayai sekolah bagi adik-adik saya," kata Malikul.

Akan tetapi, saat pemuda asal Aceh Jaya itu hendak pulang ke kampung pada 2 September 2022 lalu, mengalami musibah perampokan akibat kelalaiannya. Sehingga kehilangan sejumlah uang serta telepon genggamnya.

"Saya ketiduran di terminal Jombor Yogyakarta, saat menunggu bus keberangkatan, karena tiket sudah saya pesan. Tapi saat saya bangun handphone, sejumlah dokumen penting seperti ijazah, dan uang saku sekitar Rp 200 ribu lebih hilang, hanya dompet yang berisi kartu identitas tidak diambil," kisahnya.

Sehingga Mulikul pun meminta bantuan kepada kawannya asal Aceh yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Kemudian ia menginap di Asrama mahasiswa Aceh Meurapi di sana, sebelum dipulangkan.

"Saya berterima kasih kepada para mahasiswa Aceh di Yogyakarta yang telah membantu. Dan juga kepada Pemerintah Aceh, khususnya Badan Penghubung Pemerintah karena telah memfasilitasi pemulangan ke Aceh," ujarnya.

Keterangan Foto: Malikul Fajri foto bersama Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur dan staf BPPA, di Kantor BPPA di Jakarta, Kamis, 22 September 2022.