• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

Peta Zonasi Risiko Covid-19 Belum Rilis, Kasus Konfirmasi Baru 39 Orang  

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

 

Banda Aceh—Satuan Gugus Tugas (satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Nasional belum mengeluarkan Peta Zonasi Risiko (PZR) Covid-19 lebih dikenal zona warna terbaru. Data PZR yang lalu, 21 kabupaten/kota di Aceh zona oranye, kecuali Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya merupakan zona kuning.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG kepada awak media, Rabu (25-11-2020) untuk merespon pertanyaan Satgas Covid-19 kabupaten/kota tentang status zona daerahnya.

“Kita pantau di laman ‘Bersatu Melawan Covid19’ belum ada rilis PZR terbaru dari Satgas Covid-19 Nasional, hingga pukul 18.30 WIB,” tuturnya.

SAG menjelaskan, sejatinya PZR Covid-19 diperbarui mingguan. Biasanya Selasa atau paling telat Rabu sore sudah ditampilkan di laman Bersatu Melawan Covid-19. Ia mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada salah seorang tim pakar di Satgas Covid-19 Nasional melalui WhatsApp, namun belum ada jawaban hingga berita ini dirilis ke media.

“Bila sudah dirilis PZR terbaru akan segera kami sampaikan kepada Satgas Covid-19 kabupaten/kota melalui teman-teman pers,” janji SAG.

Kasus kumulatif

Selanjutnya, seperti biasa, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus akumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada 27 Maret 2020 silam. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.199 orang. Penderita yang  dirawat saat ini 1.150 orang, sembuh 6.741 orang, dan 308 orang meninggal dunia.

Kasus konfirmasi baru bertambah sebanyak 39 orang, masing-masing warga Kota Banda Aceh sebanyak 10 orang, Aceh Tamiang 8 orang, Aceh Singkil dan Nagan Raya sama-sama 5 orang.

Kemudian, warga Pidie Jaya, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe, sama-sama 2 orang. Sisanya, warga Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues, Pidie, warga Kota Subulussalam, masing-masing 1 orang, rincinya.

Kemudian SAG memaparkan penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah lagi sebanyak 5 orang, yang meliputi warga Kota Langsa sebanyak 3 orang, warga Aceh Barat dan Sabang, sama-sama 1 orang.

“Enam orang penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia hari ini, semuanya warga Kabupaten Pidie,” katanya.
SAG menjelaskan, enam orang yang dilaporkan meninggal itu bukan kasus baru, melainkan kasus-kasus sebelumnya yang belum dilaporkan. Ini hasil singkronisasi data Covid-19 Pidie dengan database Covid-19 Aceh, tuturnya.

Lebih lanjut,  Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat  ini sebanyak 560 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 58  orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 461 sudah selesai isolasi, dan 41 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.261 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.052 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 189 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 20 orang isolasi di rumah sakit, pungkas SAG[]