• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

PNL Diharapkan Dapat Menjalankan Paradigma Baru Menuju Era Industri 5.0

Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT saat membuka The 4th International Conference on Science and Innovated Engineering (ICOSINE-4) PNL, secara virtual, Sabtu, 13 November 2021.

PRESS RILIS

 

 

Jakarta - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT mengharapkan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) untuk dapat menjalankan paradigma baru di era Industri 4.0 menuju era Industri 5.0. 

"Era dimana kapasitas SDM di segala bidang harus ditingkatkan, di tengah-tengah berbagai industri berbasis teknologi yang semakin mengambil alih peran manusia," kata Gubernur saat membuka The 4th International Conference on Science and Innovated Engineering (ICOSINE-4) PNL, secara virtual, Sabtu, 13 November 2021.

Untuk itu, sebut Nova, peran pemimpin di Politeknik sangat penting dalam merespon tantangan yang ada, termasuk Politeknik Negeri Lhokseumawe, salah satunya dengan mengubah gaya kepemimpinan menuju cyber leadership.

"Politeknik diharapkan mampu untuk berkontribusi lebih nyata, terutama dalam menghadapi tren artificial intelligence and cyber technology menuju era Industri 5.0," sebutnya.

Ia menambahkan, era di mana masyarakat secara dominan akan melakukan interaksi sosial secara daring (online), yang mengakibatkan pertemuan tatap muka menjadi berkurang.

Selain itu, kata Nova, era Industri 5.0 juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti cyber bullying dan cyber stalking dalam bentuk mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang, serta cyber crime, yaitu kejahatan yang dilakukan berbasis teknologi seperti penipuan online, peretasan data pribadi, perjudian dan prostitusi online.

"Untuk menghadapi tantangan tersebut haruslah dilakukan dengan berbasis pada pengembangan sains dan teknologi digital. Politeknik memiliki potensi besar dalam melakukan pengembangan sains dan teknologi digital," katanya.

Karena menurutnya, sistem pendidikan yang diterapkan di politeknik merupakan model pendidikan yang mengusung 70 persen praktek dan 30 persen teoritik.

Maka ia mengharapkan, Politeknik menjadi penyiapan lulusan berdaya saing yang akan dibutuhkan oleh pasar kerja, serta harus mampu mengembangkan konsep pembelajaran baru.

"Dimana pengembangan Internet of Things, Big data, Artifical Intelligence dan cyber technology, perlu menjadi paradigma baru, untuk melahirkan lulusan yang diorientasikan era 5.0," kata Gubernur.

Sehingga ia meyakini dan percaya, Politeknik di Indonesia, terutama Politeknik Negeri Lhokseumawe ini, akan mengarah menjadi smart campus di masa mendatang.

"Tentunya dengan melakukan integrasi penggunaan infrastruktur cloud, akses luas terhadap data, dan mengembangkan alat-alat digital seperti machine learning, advance analytics, dan kecerdasan buatan, supaya tantangan Politeknik dalam menghadapi tren artificial intelligence and cyber technology, dapat teratasi," ujarnya.