• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

Zona Merah Covid-19 di Aceh Mulai Berkurang

Peta Zonasi Risiko Sumber : Laman covid19.go.id/peta-risiko

Banda Aceh - Sempat menjadi daerah zona merah dan memiliki risiko tinggi peningkatan kasus COVID-19 sejak 6 September 2020 dibeberapa Kabupaten/kota di Aceh, kini mulai berkurang. Sebelumya Banda Aceh dan Aceh Barat jadi zona merah sekarang menjadi zona orange.

“Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional melakukan analisis terhadap indikator epidemiologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan, di Kota Banda Aceh dan Aceh Barat berdasarkan data per 13 September 2020, dan keduanya menjadi zona orange dengan risiko sedang peningkatan kasus Covid-19,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) berdasarkan publikasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional pada laman covid19.go.id/peta-risiko, Rabu 16 September 2020.

SAG mengatakan, selain Banda Aceh dan Aceh Barat, kondisi yang kian membaik juga terjadi di Aceh Timur. Sebelumnya Aceh Timur merupakan zona orange dan sekarang menjadi zona kuning. Di zona kuning, berdasarkan peta zonasi risiko, tingkat risiko peningkatan kasus Cavid-19 menjadi rendah.

Sedangkan Gayo Lues yang sebelumnya zona kuning menjadi orange. Kota Sabang sebelumnya zona orange menjadi zona merah. Sementara Aceh Jaya dan Aceh Besar masih zona merah, sebagaimana rilis Satgas Covid-19 pada 6 September 2020 yang lalu.

Selengkapnya Peta Zonasi Risiko di Aceh. Zona Kuning hanya Aceh Timur. Zona Merah meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Kota Sabang. Sedangkan 19 kabupaten/kota lainnya merupakan Zona Orange, yakni memiliki risiko sedang peningkatan kasus Covid-19.

“Sebelumnya Aceh Tenggara dan Gayo Lues masih zona kuning. Kini keduanya menjadi orange. Tinggal Aceh Timur yang zona kuning. Kita berharap kondisi di Aceh Timur kian membaik dan menjadi zona hijau pada minggu depan,” harap SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya SAG melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 95 orang, sehingga secara akumulatif Covid-19 Aceh menjadi 3.126 orang, per 16 September 2020.

Rinciannya, sebanyak 2.235 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 776 orang dinyatakan sembuh, 115 orang meninggal dunia.

Kasus-kasus baru yang dilaporkan hari ini meliputi warga Aceh Besar sebanyak 48 orang, Banda Aceh 40 orang, Aceh Barat 2 orang, Pidie dan Kota Lhokseumawe masing-masing 1 orang. Sisanya sebanyak 3 orang merupakan warga dari luar Aceh.

Sementara pasien yang dinyatakan sudah sembuh berjumlah 76 orang yang meliputi warga Aceh Besar sebanyak 15 orang, Aceh Barat Daya, Sabang, Lhokseumawe, dan Subulussalam, masing-masing 9 orang.

Kemudian, warga Aceh Barat dan Gayo Lues sama-sama 6 orang. Aceh Selatan 4 orang, dan Langsa 3 orang. Pidie dan Aceh Jaya masing-masing 2 orang. Sedangkan 2 orang lainnya, 1 warga Aceh Singkil dan 1 orang lagi dari luar Aceh.

“Kita juga berduka atas meninggalnya 11 pasien Covid-19 di Aceh, yakni warga Kota Banda Aceh sebanyak 7 orang dan warga Aceh Besar sebanyak 4 orang,” ujar SAG.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 30 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 377 orang. Dari jumlah tersebut, 63 PDP dalam penanganan tim medis dan 299 telah sembuh dan 15 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 5 orang, sehingga secara akumulatif menjadi 2.702 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.546 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 156 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19," demikian SAG.