• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

"Duek Pakat dan Curah Pikei" Tokoh Aceh di Jakarta, Banyak Bicara Politik Lupa Tata Ekonomi

JAKARTA - Potensi Aceh belum dikelola secara baik. Ini terjadi akibat publik Aceh lebih sibuk membahas politik, tapi lupa membuat perencanaan ekonomi, menciptakan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik, terutama pada tingkat daerah dan nasional.

Demikian antara lain benang merah yang mencuat dalam diskusi terbatas "duek pakat dan curah pikei" di Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Hadir dalam acara acara tersebut antara lain TS Reza, Amir Fauzi, T Rahman Alba, Banta Umur, Ridwan Nyak Baik, Said Aziz, Teuku Taufiqulhadi, M Husein Sawit, Umaimah Wahid, Zulfikar Zakaris, Muslim Armas dan banyak lagi.

Kegiatan tersebut digagas oleh tokoh masyarakat Aceh Ayah Muchtar dan Dharma Ali Hasjmy.

Diskusi itu juga menyimpulkan, bahwa Kondisi Aceh makin diperparah lagi dengan merosotnya nilai sosial budaya Aceh yang berdampak pada menurunnya kreativitas dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.

Putra dari sastrawan Ali Hasjmy, Dharma A Hasjmy mendorong pembangunan Aceh ke depan mulai dari pangan, SDM, pendidikan, industri dan lain sebagainya agar menyentuh segala bidang, berkelanjutan dan strategis.

"Apa yang kita bicarakan di sini adalah untuk kemaslahatan masyarakat Aceh dan juga untuk kebaikannya," jelas dia.

Mantan Pelaksana Harian Manajer Humas Pertamina, Ridwan Nyak Baik mengatakan, para pelaku ekonomi, politisi dan berbagai kelompok masyarakat dalam disiplin ilmu perlu melihat dan memahami 15 program unggulan yang dicetuskan Pemerintah Aceh.

"Dengan memahaminya, dia yakin ke depannya Aceh tidak akan terpuruk seperti saat ini."

Sementara, pengusaha TA Rahman Albah mengatakan, acara Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pikei bersifat independen dengan tujuan utamanya memperkuat dan mempercepat pembangunan Aceh.

Dari diskusi tersebut, dihasilkan enam poin yakni, "Silaturahmi Duek Pakat dan Curah Pikei" akan dibuat berkelanjutan, pemilihan diskusi dan pertemuan tematik, perkenalan profil tokoh di media sesuai kompetensi, menyampaikan bahan pertemuan kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pertemuan semua lini untuk mendukung Aceh Hebat (pertanian, perkebunan, maritim dan perbud), serta akan menyelenggarakan kegiatan seni buaya Aceh 2020 (Aceh Businnes Meeting).

Kepala BPPA, Almuniza Kamal S.STP, M.Si mengatakan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah Aceh di Jakarta, menyambut baik gelaran diskusi tersebut, sebab Aceh butuh masukan guna mempercepat pembangunan sehingga tidak terlalu jauh tertinggal dari daerah lain.

"Kita menyambut baik kegiatan ini karena tujuannya baik, yakni demi percepatan kemajuan ekonomi, sosial dan budaya Aceh dan mencari solusi bahwa potensi Aceh belum tergarap secara sempurna," katanya.(*)