• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

BPPA Pulangkan Warga Aceh Besar yang Meninggal di Jakarta 

Jenazah Martini binti Tgk Ishak saat berada di Jakarta dan hendak dibawa pulang ke Aceh melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Jakarta - Seorang warga asal Aceh Besar, Martini binti Tgk Ishak (57) meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Cawang, Jakarta Timur, Minggu, 23 Mei 2021, akibat stroke yang dideritanya. 

Almarhumah yang tinggal di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 19.00 WIB. Isteri dari Muslim ini akan dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Montasik, Aceh Besar. 

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) akan memfasilitasi pemulangan jenazahnya ke Aceh yang dijadwalkan hari ini, Senin, 24 Mei 2021. 

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si, mengatakan jenazah akan dipulang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 07.45 WIB dengan menggunakan pesawat Batik Air, pagi tadi. 

"Insya Allah, nanti sesampainya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, akan ada ambulan yang akan menjemput dan mengantarnya hingga ke kampung halamannya," kata Almuniza, Senin, 24 Mei 2021. 

Ia mengatakan, pemulangan jenazah warga Aceh kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selalu difasilitasi oleh Pemerintah Aceh. Karena itu juga merupakan amanah dari Gubernur Aceh Nova Iriansyah. 

Dalam hal ini, kata Almuniza, Pemerintah Aceh turut menyampaikan duka cita, dan mendoakan almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan. 

"Semoga almarhumah ibu Martini binti Tgk Ishak di tempatkan di Syurganya Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah menerima musibah ini," ujarnya. 

Sementara, Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Pasar Minggu, Saiful mengatakan, sebelum meninggal, Martini sudah menderita sakit stroke sekitar lima tahun lalu. 

"Dan selama ini tidak bisa beraktivitas normal lagi. Karena kondisinya makin memburuk di pertengahan bulan Ramadhan ini, sehingga harus di bawa ke rumah sakit untuk perawatan," katanya. 

Saiful menambahkan, almarhumah yang sudah lama menetap di Jakarta bersama suami dan empat orang anaknya (satu laki-laki dan tiga perempuan), semasa masih sehat untuk menambah biaya hidupnya, selama ini hanya membuka usaha rumahan yang menerima pesanan kue-kue khas Aceh. 

"Sedangkan suaminya dulu berjualan buah-buahan di Pasar Minggu. Tapi, belakangan ini sudah kurang sehat dan tidak berjualan lagi," kata Saiful. 

Almarhumah sendiri, kata Saiful, orangnya sangat baik. Dan aktif dalam kegiatan ibu-ibu masyarakat Aceh yang tergabung dalam TIM cabang Pasar Minggu. "Baik itu pengajian, arisan, acara maulid dan lain-lain," katanya. 

Saiful yang mewakili keluarga almarhumah, dan juga Paguyubuan Taman Iskandar Muda Pasar Minggu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, terutama Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, karena sudah membantu memfasilitasi pemulangan almarhumah ke Aceh. 

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Aceh yang telah menjalankan program ini, juga kepada BPPA di Jakarta. Program ini sangat membantu masyarakat Aceh kurang mampu di Jakarta. Apresiasi kami kepada Pemerintah Aceh," ujarnya.