• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Gubernur Nova Harapkan Etos Kerja di BPPA Ditingkatkan

Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Gubernur Aceh bersama staf Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Aula Hotel Kutaraja, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Mei 2022. (Foto: Humas BPPA)

PRESS RILIS

 

 

Jakarta - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT berharap seluruh staf Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) dapat meningkatkan lagi etos kerja pasca Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.

"Yang terpenting kembali ke fitrah itu adalah memperbaiki etos kerja," kata Nova dalam Halal Bihalal Gubernur Aceh bersama staf Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Aula Hotel Kutaraja, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Mei 2022.

Dalam kegiatan yang bertemakan "Silaturahmi Perekat Ukhuwah Islamiyah" juga di hadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah MKes yang tengah melakukan kunjungan kerjanya di Ibukota Jakarta.

Nova mengapresiasi kinerja BPPA dibawah kendali Almuniza Kamal S.STP, M.Si yang masa pengabdiannya sudah masuk 3 tahun 7 bulan. Menurut Nova, BPPA saat ini sudah banyak perubahan dibandingkan sebelumnya.

"Saya harus akui banyak sekali yang sudah dikerjakan. Beliau sebagai Kepala Badan Penghubung tentu tidak bekerja sendiri, tapi bapak ibu (staf) semua yang mensupport, serta mendukungnya. Tanpa kerjasama tentu ini tidak akan berhasil," sebutnya.

Untuk Gubernur Nova meminta kepada seluruh staf di Badan Penghubung untuk memperbaiki etos kerjanya kedepan, kemudian berkomitmen dalam melaksanakan tugas yang diamanahkan.

"Karena Kantor penghubung ini etalase pemerintah Aceh di ibukota negara. Pelayanannya bukan hanya untuk pemerintah provinsi, Kabupaten/kota, kecamatan, tapi semua elemen masyarakat Aceh harus dilayani," kata Nova.

Adapun dalam rangka Hari Raya Idulfitri, Gubernur Aceh menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, sehingga dengan kembali ke fitrah bisa saling memaafkan.

"Dan ini kita kembali berkarya demi negeri dengan konteks bahwa pengabdian kepada negara adalah ibadah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPA Almuniza Kamal menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah, jika selama ini staf Badan Penghubung ada kekurangan dalam memberikan pelayanan.

"Mohon dimaafkan. Dan kami juga tentu dengan khidmat kepada pak Sekda mohon maaf atas segala khilaf kami," katanya.

Almuniza juga melaporkan sejumlah laporan kinerjanya sejak dilantik sebagai Kepala BPPA 17 September 2018 lalu. Dimana pada saat itu, Gubernur Nova mengamanahkan dua hal kepadanya, yakni menjaga aset pemerintah Aceh dan mengikat silaturahim.

"Dengan dua hal amanah sampai hari ini 1.333 hari masih saya pegang dan dijalankan. Dan Alhamdulillah aset hotel Kutaraja masih ditangan kita, dan sejak tahun ini sudah mulai kita operasikan," katanya.

Selanjutnya, kata Almuniza, Mess Aceh di Jalan Indramayu dan Rumah Dinas di Cipinang juga sudah dilegalkan dengan memiliki sertifikat. Serta aset berikutnya yang sudah bersertifikat tujuh asrama mahasiswa Aceh baik di Sumatera Barat maupun Pulau Jawa, dan asrama di Yogyakarta tengah proses sertifikasi.

"Untuk kegiatan sosial, mulai dari 2018 sampai sekarang memulangkan hampir 40 jenazah masyarakat Aceh di perantauan dengan menggunakan APBA, bekerjasama dengan paguyuban Aceh yang ada di Jakarta dan juga Dinas Sosial Aceh dan Baitumal," sebutnya.

Kemudian, untuk kegiatan seni budaya Aceh, itu pernah diadakan di Sumedang, Bogor, Jawa Tengah, Semarang. Semuanya berjalan dengan baik. "Namun saat pandemi Covid-19 sempat terhenti. Tapi untuk tahun ini dengan adanya G-20 Insya Allah akan bisa kita selenggarakan kembali," katanya.

Selanjutnya tambah Almuniza, selain kegiatan sosial, maksimalkan aset, hubungan keakrabatan dengan paguyuban Aceh di Jakarta, pihaknya juga telah mengadakan dua forum besar, yakni forum Aceh Meusapat satu dan dua.

"Salah satu dari hasil Meusapat satu dan dua dengan berdirinya Bank Aceh di Jakarta, dan terselamatnya aset potensial yang berada di Aceh," ujarnya.