• Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya
  • Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Warganya

Keterbatasan Biaya, BPPA Bantu Pulangkan Dua Warga Aceh dari Jakarta 

Muzakir dan Aris Syahputra berfoto bersama pegawai BPPA di kantor BPPA Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 8 Agustus 2022.

PRESS RILIS 

 

JAKARTA - Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) kembali memfasilitasi pemulangan dua warga Aceh dari Jakarta. Karena keduanya tidak memiliki biaya.

Muzakir (40) berasal dari Tutui, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar dan Aris Syahputra (33) warga Lhung Asan, Kecamatan Blang Pidie, Aceh Barat Daya (Abdya) itu dipulangkan lewat jalan darat dengan menumpangi bus Putra Pelangi, melalui terminal bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 8 Agustus 2022 sore.

"Ia diperkirakan akan tiba di Aceh sekitar tiga hari ke depan. Semoga selamat sampai tujuan,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Akkar Arafat S.STP, M.Si, didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Akkar mengatakan, selaku pemegang pimpinan baru di BPPA menindaklanjuti pimpinan sebelumnya melakukan pemulangan warga Aceh kurang mampu di Jabodetabek dan sekitarnya.

"Dan itu juga merupakan amanah dari bapak Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki untuk membantu warga Aceh di Jabodetabek yang kurang mampu," katanya.

Akkar menyebutkan pemulangan kedua warga Aceh itu atas permintaannya sendiri. Karena keduanya yang datang ke ibukota dalam waktu berbeda untuk mencari pekerjaan, namun tidak mempunyai penghasilan yang cukup.

"Sehingga mereka datang ke Badan Penghubung meminta bantuan tiket pulang ke Aceh. Tapi kita hanya bisa memfasilitasi pemulangan tiket bus, sesuai dengan anggaran," sebut Akkar.

Sementara itu, Muzakir, warga Aceh Besar mengatakan sudah berada di ibukota Jakarta sejak lima bulan yang lalu untuk mencari pekerjaan. Namun hingga saat ini pekerjaan yang diharapkan tidak diperolehnya.

"Saya ke Jakarta dulu ditelepon sama kawan, disuruh ke sini. Katanya ada pekerjaan, tapi sampai saat ini belum dapat pekerjaannya," kata Muzakir.

Sehingga Muzakir hanya bisa membantu pekerjaan kawannya yang berjualan mie Aceh di kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat. Ia pun tidak memperoleh penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

"Untuk gaji tidak ada, hanya makan saja dikasih sehari-hari. Saya juga tinggalnya di masjid kawasan Monas itu," ujarnya.

Begitu juga Aris Syahputra, warga Blang Pidie itu mengaku ingin pulang ke Aceh karena keterbatasan biaya. Karena yang baru-baru ini datang ke Jakarta tidak memperoleh pekerjaan, sehingga isi kantongnya mulai menipis.

"Makanya saya datang ke Badan Penghubung Pemerintah Aceh untuk meminta bantuan tiket pulang ke Aceh. Selama di sini saya tinggal di Masjid di Pasar Minggu," ujarnya.

Dengan pemulangan ini, keduanya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, karena telah membantu pemulangan mereka.