• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

Terlantar, Pemerintah Aceh Fasilitasi Pemulangan warganya dari Jakarta 

Tiga warga Aceh saat menunggu bus di Loket Putra Pelangi, di  Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis, 4 Maret 2021.

Jakarta - Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan tiga warga Aceh yang terlantar di Jakarta. 

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si mengatakan, ketiga warga Aceh yang selama ini terlantar dipulangkan ke Aceh dengan menggunakan bus Putra Pelangi melalui terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. 

"Mareka nanti langsung diturunkan ditempat tujuan masing-masing, sesuai dengan alamatnya," kata Almuniza yang didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Ir Cut Putri Alyanur, Kamis, 4 Maret 2021. 

Ia menyebutkan, pemulangan masyarakat Aceh yang terlantar diwilayah Jabodetabek dan sekitarnya merupakan amanah dari Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT. Apalagi bagi mereka yang kurang mampu. 

"Itu yang selalu kita lakukan membantu warga Aceh diperantauan terutama yang kurang mampu, seperti dialami tiga warga Aceh yang dipulangkan hari ini dari Jakarta," kata Almuniza. 

Almuniza menjelaskan, selain membantu tiket, pihaknya juga memberikan uang saku untuk digunakan selama perjalanan. 

Adapun ketiga warga Aceh itu diantaranya, Sopian (73) warga kampung Jawa, Idi Rayeuk, Aceh Timur, dan Abu Bakar Yahya (55) bersama anaknya Taqwa Rizki (15) warga Atong, Montasik, Aceh Besar. 

Abu Bakar mengaku, sudah berada di Ibukota Jakarta bersama anaknya sekitar dua bulan, karena mendapatkan tawaran pekerjaan dari kawannya di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. 

"Perkerjaanya jualan mie Aceh. Tapi sesampai saya di Jakarta, baru beberapa hari bekerja, warungnya sudah dijual pemiliknya, sehingga tidak tahu lagi mau kerja dimana," katanya. 

Abu bakar juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya hidup berpindah-pindah dari rumah kawan ke kawan lainnya. Olehnya tidak memungkinkan lagi hal itu dilakukannya makanya meminta bantuan ke Pemerintah Aceh untuk dipulangkan. 

Sementara, Sopian mengaku ke Ibukota untuk melayat isterinya yang meninggal sekitar delapan hari yang lalu di Kampung Maja Dukuh, Desa Mender, Bandung, Serang, Banten. 

Atas perhatian tersebut, mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Badan Penghubung Pemerintah Aceh karena sudah memfasilitasi pemulangan mereka ke Aceh. "Terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan BPPA," ujar mereka.