• Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong Aceh Besar Meninggal Dunia
  • Bayi Bocor Jantung, Muhammad Aska Pulang ke Banda Aceh Setelah Dirawat di RS Jantung Harapan Kita
  • Program Kerja Sebagai Pemanfaatan Fungsi FORKAPPSI
  • Bireuen Raih 4 Penghargaan di HUT Ke-44 TMII
  • Bocah Bocor Jantung asal Bener Meriah Meninggal di RS Jantung Harapan Kita Jakarta

Plt Gubernur Ajak Pengusaha Aceh di Kepri Bangun Daerahnya

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT saat memberikan kata sambutan pada acara pelantikan pengurus Perkumpulan Masyarakat Aceh (Permasa) Kepri Periode 2019-2023, di Golden Prawn Batam, Kepri, Sabtu, 14 Maret 2020 malam.

BATAM -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah M.T mengajak pengusaha Aceh di Kepulauan Riau (Kepri) bersama-sama memikirkan untuk membangun daerahnya lebih baik kedepan dan aktif dalam memandirikan
perekonomian masyarakat Aceh secara umum.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh, dalam acara pelantikan Pengurus Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA) Provinsi Kepulauan Riau Dan Kota Batam, di Golden Prawn Batam, Kepri, Sabtu, 14 Maret 2020 malam.

"Kita ketahui bahwa Masyarakat Aceh sejak lama dikenal sebagai perantau dan memiliki mobilitas tinggi, sabar, tekun dan ulet. Baik itu sebagai pengusaha, pedagang, birokrat,
politisi, akademisi dan profesi lainnya. Banyak Tokoh-tokoh masyarakat di tingkat lokal, nasional, dan internasional yang berasal dari Aceh," katanya.

Menurutnya, ini semua membuktikan kiprah orang Aceh yang tersebar di seluruh nusantara. Karena di mana pun berada selalu menjalin hubungan persaudaraan.

"Saudara di perantauan, terkadang lebih dekat dibandingkan saudara kandung. Inilah yang selalu ditanamkan oleh leluhur kita, untuk saling menjaga, melindungi, selama berada di wilayah lain," ujarnya.

Dikatakannya, kekuatan persaudaraan inilah yang membuat Aceh kuat. Banyak pengalaman yang telah terjadi sebelumnya, seperti pada saat Tsunami Aceh 15 tahun silam.

Komunitas masyarakat Aceh di luar juga katanya, berperan sebagai penghubung sekaligus sumber informasi tentang peristiwa l yang terjadi di Aceh, serta menggalang bantuan dan solidaritas.

"Alhasil, Aceh yang porak-poranda, Alhamdulillah berhasil bangkit kembali dalam lima tahun setelah bencana besar Tsunami terjadi," sebutnya.

Ia menambahkan, pembangunan juga terus berkembang setelahnya, hingga seperti saat sekarang ini. Poin penting di sini adalah, kebersamaan dan solidaritas warga Aceh dimana pun berada, adalah salah satu penentu suksesnya pembangunan.

"Saat ini komunitas warga Aceh di perantauan sudah terbentuk di sejumlah provinsi. Selain PERMASA Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau, juga ada Perkumpulan Masyarakat Aceh yang dinamakan “KAMABA” di Bandung," sebutnya.

Begitu juga katanya, di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ada namanya “Taman Iskandar Muda”. Lalu, di Medan sudah ada “Aceh Seupakat”, serta berbagai komunitas masyarakat Aceh di daerah
lainnya di nusantara.

Ia menyebutkan, banyak sekali manfaat keberadaan komunitas masyarakat
Aceh di perantauan. Salah satunya sebagai wadah memperkuat persaudaraan, sekaligus menyatukan kekuatan guna mendukung pembangunan di Aceh, maupun berkontribusi membangun wilayah di tempat tinggal sekarang.

"Saya juga mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Batam, untuk dapat membina, memperhatikan dan membimbing warga Aceh di sini, mengajak mereka terlibat dalam membangun Kepulauan Riau dan Batam," katanya.

Sementara, ketua Permasa periode 2019-2023, Tengku Nanggroe Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada Plt Gubernur Aceh karena telah bersedia untuk hadir dan melantik paguyuban Aceh yang telah ada sejak 1996 tersbeut.

"Terima kasih kepada Plt Gubernur Aceh yang sudah datang dan memberikan perhatian kepada masyarakat Aceh di Kepri. Insyaallah, kita akan terus berbuat untuk Aceh khususnya dan untuk Kepri umumnya," jelas dia.

Nanggroe Sulaiman juga mengatakan, untuk saat ini pihaknya akan tetap fokus pada program-program kerja yang telah disepakati, seperti program sosial, keagamaan dan membangun gedung serba guna di Batam, untuk nantinya dipakai oleh masyarakat Aceh di Kepri.

"Olehnya, kita butuh dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Plt Gubernur Aceh dan Plt Gubernur Kepri, sehingga program-program kerja ini dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat terhadap kepentingan publik pula," jelasnya.

Pelantikan kepengurusan Permasa periode 2019-2023 juga dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri, diwakili Kepala Kesbangpol Kepri, Dr. Ir. Lamidi MM, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, dan Putra Yustisi Repati. Sementara, dari pemerintah Aceh hadir pula Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA), Syaiba Ibrahim.