• Gubernur Nova Siap Terima Peluang Investasi Perusahaan asal Abu Dhabi
  • Pemerintah Aceh Sambut Nelayan Asal Sabang yang Kecelakaan Pelayaran di Thailand
  • Setelah Tertunda, Jenazah Mahasiswi Asal Nagan Raya Sampai Di Jakarta
  • BPPA Pulangkan Jenazah Pemuda asal Lhokseumawe yang Meninggal di Jakarta
  • Meninggal di Kairo, BPPA Pulangkan Mahasiswi Aceh Asal Nagan Raya

Sikap Seorang Muslim Dalam Menyikapi Wabah Covid-19

Ustad Toni Ramadhan M.Ag

Jakarta - Musibah non-alam, pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun melanda bumi ini. Sehingga banyak aktifitas terhenti dengan batasan-batasan.

Namun, sebagai umat Islam bagaimana sikap kaum muslim dalam menghadapi musibah wabah Covid-19 ini.

"Pertama adalah kita harus meningkatkan tawakal kita kepada Allah SWT, kita harus berserah diri kepada Allah," kata Ustad Toni Ramadhan M.Ag, saat mengisi khutbah, di Mess Aceh Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Oktober 2021.

Karena kata khatib, semua musibah datangnya dari Allah, dan hanya Allah yang mampu mengembalikannya.
"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. At-Tagabun :11)

Lalu, katanya sikap kedua, yakni harus menjaga hak-haknya Allah SWT. Rasulullah mengatakan jagalah Allah, maka Allah akan menjaganya, yaitu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

"Shalat kita jaga, puasa kita tunaikan, sedekah kita jalankan, tapi masih ada musibah dari Allah, itu pada hakekatnya musibah itu adalah ujian bagi kita bagaimana kadar keimanan kita dihadapan-Nya," katanya.

Selanjutnya, kata Ustad Toni, sikap yang ketiga itu harus berikhtiar dan berusaha. Dalam sebuah kitab disebutkan bahwa pengobatan dalam Islam itu ada dua, yaitu bagaimana mencegahnya dan bagaimana mengobatinya.

"Dalam kitab itu disebutkan ada bentuk pencegahan agar kita terhindar musibah, yaitu rutin membaca zikir pagi dan petang. Itu akan menghindarkan dari penyakit," sebut Ustad.

Kemudian yang kedua  Rasulullah berkata dalam haditsnya, "barang siapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa setiap pagi dia akan terhindar dari penyakit, baik itu sihir maupun penyakit lainnya".

"Ketiga membaca surat Al-Ikhlas, Al Falaq, serta An-Nas, sebanyak 3 kali diwaktu pagi dan sore hari, maka dia akan terbebas dari penyakit. Ini adalah bentuk pencegahan yang dikatakan oleh Rasulullah SAW," katanya.

Dan sikap keempat dalam menghadapi musibah katanya, adalah harus bersabar. Karena Allah mengatakan dalam Alquran, "Sungguh Kami akan menguji manusia dengan sedikit kelaparan, sedikit ketakutan, sedikit buah-buahan dan sedikit harta, dan berilah berita gembira ketika dia terkena musibah, maka dia bersama Allah SWT".

Ia menambahkan, adapun mereka ketika ditimpa suatu musibah akan mengatakan "Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun (kita adalah milik Allah dan kepada Allah lah kita akan kembali).

"Bahwa musibah yang diberikan kepada kita pada hakekatnya, semua atas izin Allah SWT. Mungkin ini adalah cara Allah bagaimana kita diuji, bagaimana Allah melihat kadar iman kita kepada Allah SWT," katanya.

Oleh karena itu sebut Ustad, selama kesehatan masih diberikan oleh Allah kepada umat manusia, maka dipergunakan dengan selalu mengabdi kepada Allah SWT.

"Dan kita selalu mendoakan semoga wabah Covid-19 ini diangkat oleh Allah SWT," ujarnya.