Sebanyak 2.760 Penari Ikuti Festival Tari Ratoeh Jaroe 2017

Festival Tari Ratoh Jaroe 2017 yang diselenggarakan Badan Penghubung Pemerintah Aceh disambut kalangan pelajar dan mahasiswa se Jabodetabek dengan sangat antusias. Hal ini terlihat dari jumlah peserta festival yang sudah untuk ketigabelas kalinya diselenggarakan. Sampai dengan acara pembukaan festival pada Sabtu (14/11) pagi, tercatat jumlah peserta yang mengikuti ada 138 tim yang berasal dari 43 tim SMP, 87 tim SMA dan lima tim perguruan tinggi.

Mengingat banyaknya tim yang mengikuti maka festival dilaksanakan dalam dua tahap, yakni audisi atau penyisihan yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad tanggal 14-15 dan 21-22 Oktober 2017 bertempat di Anjungan Aceh TMII dan grand final yang akan dilaksanakan pada hari Ahad, 26 November 2017 di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, sekaligus penutupan dan penyerahan hadiah kepada para juara. Festival dibagi menjadi dua tingkatan ini, yakni tingkat SMP/sederajat serta SMA/sederajat dan perguruan tinggi.

Pembukaan Festival Tari Ratoh Jaroe 2017 ditandai dengan pemukulan alat musik rapa-i oleh Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta, Muhammad Badri Ismail, istri Wakil Gubernur Provinsi Banten Ade Rosi Khoirinnisa, perwakilan Taman Mini Indonesia Indah dan wakil dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam sambutannya Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta antara lain mengatakan, bahwa festival kali ini merupakan yang ketigabelas kalinya digelar sejak tahun 2005. Bertindak sebagai juri festival ada tiga orang, yakni H. Marzuki Hasan dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Syekh Idris pelaku dan pengamat seni budaya Aceh, dan Meutia Ayah Cek, mantan penari Ratoh Jaroe.

Terkait kehadiran Wagub Banten dan pejabat dari BNN, M. Badri Ismail punya maksud tersendiri. “Ke depan kita bisa bekerjasama dalam rangka pencegahan narkoba di kalangan generasi muda,” jelas Badri Ismail.

Sedangkan kehadiran istri Wagub Banten Ade Rosi Khoirunnisa dalam rangka memberi semangat kepada sejumlah tim penari yang berasal dari Provinsi Banten. “Saya juga mengajak kerja sama dalam pengembangan seni budaya Aceh dan Banten,” jelas Badri Ismail.

Tidak lupa Badri Ismail juga menyerahkan cindera mata berupa dompet motif Aceh dan sambal Aceh kepada Istri Wagub Banten. “Buah tangan itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan masyarakat Aceh kepada masyarakat Provinsi Banten,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial